14 Maret 2018

Memanfaatkan Hub Logistik Dagang-el



Dari kaca mata pengusaha, apa yang sedang direncanakan Badan Pengusahaan Batam diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perdagangan antara pengusaha nasional dan para mitra usahanya di luar negeri.

Sebuah upaya yang patut diwujudkan menjadikan pelabuhan dan Bandara Hang Nadim sebagai hub logistik dagang elektronik. Dalam rancangannya, seperti yang dapat kita ikuti perkembangannnya dari media, Batam nantinya bisa melayani pasar dagang elektronik hingga 4 jam perjalanan udara, baik dalam maupun luar negeri.

Dikatakan sendiri oleh Deputi Bidang Perencanaan BP Batam Yusmar Anggadinata beberapa waktu lalu bahwa dari Batam bisa dilakukan pemasaran ke Bangkok (Thailand), Busan (Korea Selatan), Manila (Filipina), Surabaya, Makassar dan tempat lainnya yang berjarak 4 jam penerbangan.

Rencana ini perlu dimatangkan lebih lanjut agar ketika diimplementasikan benar-benar berjalan sesuai harapan. Artinya, secara bisnis membawa dampak positif bagi perdagangan sehingga memberikan manfaat besar pula bagi perkembangan bisnis di dalam negeri.

Di era global saat ini, perdagangan secara elektronik tidak dapat dielakkan lagi. Bahkan para pelaku usaha skala menengah pun ikut aktif di dalamnya.

Adanya hub logistik dagang elektronik tersebut hendaknya dapat menunjang pula pertumbuhan usaha kecil menengah di kota industri seperti Batam, terutama yang berorientasi ke online market.

Dengan demikian terbuka peluang usaha untuk mewujudkan sebuah kolaborasi antara perusahaan dagang elektronik dalam dan luar negeri. Toko dagang elektronik ini bisa menaruh stok barang dagangannya di Batam, kemudian didistribusikan ke sejumlah pelanggan ketika sudah ada pesanan.

Berharap rencana pemerintah ini bisa terlaksana untuk menggairahkan dunia usaha.

Daniel W. Suteja Jalan Raden Saleh Kav. 45 Jakarta

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 14 Maret 2018.