25 Februari 2018

Registrasi Ulang



Saya pengguna telepon seluler, otomatis menggunakan kartu SIM telepon seluler. Mulai akhir Oktober 2017, kami pengguna kartu prabayar harus mengikuti registrasi ulang, walau pernah mendaftar waktu pertama kali beli kartu. Kementerian Komunikasi dan Informatika beralasan, hal ini untuk keperluan pendataan ulang para pemakai kartu.

Janjinya, setelah mengikuti registrasi tidak ada lagi yang mengganggu dengan kiriman SMS menawarkan pinjaman uang atau telepon bebas seks atau SARA* Katanya setelah diregis-trasi nomor-nomor pengirim tersebut hilang dari peredaran. Demikian juga penjual data telepon yang konon berharga Rp 100 per data, tidak ada lagi.

Ternyata apa yang dikatakan Kominfo hanya cerita kosong. Sampai sekarang saya masih menerima SMS pinjaman uang dan telepon bebas seks dan SARA Bersama surat ini, saya hanya minta pihak Kominfo untuk serius menangani perdagangan data nomor telepon. Hal ini sangat mengganggu pemakai' telepon seluler. Atau apakah memang Kominfo sengaja menjual data sebagai bisnis tersendiri di luar penjualan kartu SIM dan pulsa?

Mohon tanggapan pihak Kominfo atas ketidaknyamanan ini.

DJOKO MARTANTO Bojong Kuiur, Gunung Putri, Bogor

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Kompas tanggal 25 Februari 2018.