25 Februari 2018

Unida Gontor -ojk Gelar Tot



Persentasi pembiayaan berbasis mu-darabah di bank syariah tidak sebesar murabahah. Namun keberadaan Fintech syariah dapat menjadi salah satu alternatif yang potensial untuk pengembangan mudarabah. Demikian disampaikan oleh Muhammad Taqwa Audiansyah, Kepala Sub Bagian Divisi Pengaturan Departemen Perbankan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (20/2), dalam Training of Trai-ner (TOT) Keuangan dan Perbankan Syariah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Pandangan yang disampaikan di atas merupakan jawaban atas pertanyaan yang berasal dari Andi Triyawan salah seorang peserta TOT. Ada dua point pertanyaan yang disampaikan. Pertama, Andi menanyakan apakah ada langkah konkrit dari OJK untuk mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan prosentase pembiayaan dengan akad mudharabah. Kedua, apakah saat ini sudah ada Fintech yang berbasis syariah.

"Bank memang masih melihat mudarabah sebagai akad yang high-cost," jawab Muhammad Taqwa. Hal ini. lanjutnya, karena analis dari bank tersebut harus melakukan pemeriksaan secara rutin ke lokasi usaha. "Hal itu untuk memastikan apakah laporan sesuai dengan kenyataan atau tidak," paparnya.

Muhammad Taqwa menjelaskan saat ini fintech berbasis syariah sudah ada. Meski tidak menyebutkan nama perusahaan fintech tersebut, ia menegaskan bahwa izin OJK untuk fintech tersebut juga sudah turun.

Karena dua pertanyaan di atas saling terkait. Muhammad Taqwa menyampaikan bahwa sistem peer-to-peeryang diterapkan oleh fintech syariah dapat menjadi solusi minimnya pemanfaatan akad mudharabah dalam pembiayaan syariah.

Keaiatan TOT yang dilaksanakan selama 2 hari (20-21/2) tersebut merupakan hasil sinergi antara OJK dan UNIDA Gontor. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman maupun kompetensi praktisi dan akademisi dalam keuangan dan perbankan syariah.

HUMAS UNIDA GONTOR

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 25 Februari 2018.