25 Februari 2018

Kami Akan Kembangkan Mina Dan Arafah



Arab Saudi terus berbenah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan haji dan umrah. Pengembangan kawasan Masjid al-Haram dan Nabawi menjadi program prioritas. Kawasan Mina dan Arafah juga akan dikembangkan untuk menambah daya tampung. Teknologi canggih dipersiapkan untuk membuat jamaah menjadi lebih nyaman dengan standar perlindungan keamanan yang tinggi.

Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh bin Taher Benten membagi rencana kerjanya kepada jurnalis Indonesia, salah satunya Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi yang mengunjungi ruang kerjanya di Riyadh, Rabu (21/2). Berikut penuturannya.

Adakah ketentuan terbaru seiring dengan berbagai penataan manajemen haji di Tanah Suci?
Syarat penting yang harus dipenuhi saat berhaji adalah kemampuan. Kemampuan ini mencakup mampu secara fisik, mampu secara ekonomi, dan lain lain. Ini adalah syarat yang harus dipenuhi para jamaah haji dari berbagai negara.

Intinya, sepanjang Anda punya kemampuan maka sangat ditekankan untuk melaksanakan haji, ibadah yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabat. Kemudian, syarat yang kedua adalah keseriusan niat lurus untuk berhaji.

Jadi, saat Anda berhaji, jangan beranggapan bahwa Saudi melarang Anda menjalankan haji dengan niat lain, seperti niat politik. Tidak begitu. Alquran mewajibkan seluruh umat Islam bahwa haji harus dilaksanakan dengan niat penuh untuk tunduk dan berserah diri kepada Allah, Sang Pencipta, yang telah menganugerahkan banyak sekali nikmat sehingga kita bisa menjalankan kehidupan dan mencip-takan berbagai kemajuan demi kemaslahatan umat.

Syarat khusus yang harus juga dipenuhi adalah manusia, tumbuh-tumbuhan, dan binatang adalah terlindung dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Jadi, saat jamaah datang, mereka harus paham bahwa mereka tidak boleh berburu, mereka tidak boleh menebang pohon, dan mereka tidak boleh melukai manusia. Itu saja. Arab Saudi berupaya keras untuk menyiapkan semua rangkaian haji dengan baik.

Jadi, itu saja syaratnya. Semua itu tidak ada urusannya dengan politik. Ini dipahami oleh semua negara dan mereka datang ke sini untuk negosiasi soal jumlah jamaah karena keterbatasan tempat, lalu mereka tanda tangan kontrak untuk layanan haji masing-masing negara. Termasuk juga Iran, tahun lalu dan tahun ini sudah menandatangani kontrak dengan kita.

Semua Muslim pasti difasilitasi?

Semua Muslim dari berbagai negara kami fasilitasi untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Mereka berhak untuk bersujud di al-Haram sebagaimana para ulama dahulu dan juga Rasulullah pernah bersujud di sana. Kami di sini wajib memfasilitasi dan melayani para tamu Allah sebaik mungkin, sebagaimana diperintahkan Khadimul Haramayn (Pemelihara Dua Tanah Suci), yang mulia Raja Salman bin Abdul Aziz.

Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia juga masyarakat berwenang yang terus mengelola dan melayani jamaah haji dengan usaha keras. Ini saya katakan bukan karena Anda dari Indonesia. Ini murni karena semua jamaah haji asal Indonesia bisa terkelola dengan baik. Semuanya dipersiapkan secara baik.
Bagasi mereka ditangani sangat baik dengan tanda khusus. Penginapan mereka mencukupi. Konsumsi mereka sangat baik.

Tim di lapangan bersinergi dengan aparat Saudi dengan baik pula sehingga jalannya ibadah haji selama ini tidak menemukan hambatan berarti. Kita berharap situasi seperti ini terus terjaga.

Jadi, 220 ribu jamaah terlihat hanya seperti mengelola 10 ribu jamaah. Kami menghadapi beberapa masalah dengan negara yang jamaahnya hanya 5.000 orang. Tapi (jamaah haji dari Indonesia) ini, dengan 220 ribu jamaah, kami tidak menghadapi masalah sama sekali.
Jadi, sekali lagi, kami tidak membuat persyaratan apa pun untuk haji. Anda tahu, Khadimul Haramayn dan saya selaku Menteri Urusan Haji dan Umrah, setiap saat mengingatkan, "Pastikan bahwa pelayanan haji dan umrah berjalan baik. Kalau kamu tidak bisa, saya akan lakukan sendiri." Ini benar-benar menjadi perhatian utama Arab Saudi.

Kami ingin memberikan yang terbaik kepada para tamu Allah. Niat mereka mendatangi al-Haram sudah pasti untuk kebaikan, beribadah, berserah diri kepada Allah. Kami wajib sewajib-wajibnya melayani kebutuhan mereka dengan semaksimal mungkin.

Apa saja pembenahan untuk menyambut para jamaah?

Kami sekarang mempunyai program untuk melayani para duyufur rahman (tamu Allah Yang Maha Pengasih), yakni para jamaah haji dan umrah. Keinginan kami untuk bisa melayani dengan baik begitu tinggi. Kami ingin persilakan para jamaah untuk menikmati perjalanan ke Tanah Suci dengan layanan teknologi yang canggih.

Dengan gawai, masing-masing bisa melihat jadwal kegiatannya, bisa dapat semua informasi yang dibutuhkan. Mereka dapat menuju tempat-tempat yang diinginkan dengan petunjuk yang kami siapkan dan dapat diakses melalui ponsel.

Kami juga mempunyai program besar untuk merestorasi semua situs bersejarah. Kemudian, juga jamaah bisa berkunjung ke sana dengan mudah, dengan petunjuk yang mudah dipahami. Lalu, para jamaah juga bisa diarahkan untuk menikmati aspek spiritualitas dari situs yang bersejarah itu.

Kami juga menyiapkan proyek besar di Mina dan Arafah. Jadi, area yang ada saat ini di sana terbatas. Sehingga, kami menetapkan jumlah jamaah berdasarkan keterbatasan ini. Kami harus pertimbangkan jumlah toilet yang ada, jumlah dapur yang ada, begitu juga tenda. Semuanya harus dipastikan kelayakan dan kapasitasnya untuk dimanfaatkan jamaah.

Ini berkaitan dengan kenyamanan para jamaah. Jangan sampai niat baik mereka untuk beribadah terganggu karena fasilitas yang terbatas ataupun jamaah yang terlalu berlebihan. Semuanya kami atur demi kemaslahatan mereka. Jadi, kami pertimbangkan berdasarkan kemampuan yang ada.

Kami sekarang di tahap akhir untuk mendesain proyek ini. Nanti di sana ada bangunan di bukit dengan seluruh akses ke bangunan itu. Semua dipersiapkan dengan standar keselamatan yang sangat tinggi.

Berapa jamaah yang bisa ditampung di Mina dan Arafah setelah proyek pengembangan dijalankan?

Saya belum bisa sebutkan angka pastinya. Tapi kami targetkan bisa menampung dua kali lipat atau dua setengah kali lipat yang sekarang. Tentu saja proyek besar ini juga harus didukung infrastruktur yang baik, termasuk terowongan, akses ke Masjid al-Haram, fasilitas untuk menampung pergerakan jamaah dari Arafah ke Mina. Semua harus terhubung dengan baik, mulai dari bandara sampai akses ke Mina dan Arafah.

Pemerintah Arab Saudi, dan saya sebagai Menteri Urusan Haji dan Umrah,
selalu berupaya untuk menyiapkan semua layanan yang diperlukan jamaah haji dan umrah tersedia dengan baik. Jadi, itu yang saya sampaikan kepada semua pihak yang bernegosiasi ke sini. Tidak ada persyaratan khusus, selain persyaratan yang Allah SWT tetapkan tadi. Silakan datang, sepakati dengan kami jumlah jamaahnya, tidak ada syarat khusus.
Jadi, setelah semua proyek pengembangan selesai, berapa jumlah jamaah haji yang nantinya bisa tertampung?

Kira-kira nantinya kami harapkan bisa menampung sampai 4,5 juta jamaah. Ini jumlah terbesar dalam satu kunjungan di sebuah kota dalam waktu yang singkat. Anda tahu, Arafah adalah kota yang hanya disinggahi jamaah haji untuk satu hari. Di sini dilengkapi dengan rumah sakit, makanan, pasar, dan semua fasilitas yang diperlukan. Muzdalifah, kota yang hanya disinggahi empat jam. Mina adalah pusat keramaian jamaah haji dan ini hanya untuk dua hari.

Di Indonesia saat ini orang harus menunggu lama sekali untuk mendapat giliran berangkat haji, apakah Anda punya inisiatif khusus?

Ya, ini logika sederhana. Yakni, area yang tersedia berbanding dengan jumlah jamaah. Indonesia punya tempat yang paling besar di Mina karena jamaahnya paling banyak. Beginilah hitungannya. Ini menjadi bagian dari total keseluruhan jamaah haji. Saat ini, kapasitasnya tidak bisa ditambah. Sekarang, kami hitung setiap jamaah perlu ruang satu meter persegi. Kalau jamaah ditambah, masing-masing nanti bisa dapat jatah ruang kurang dari satu meter.

Selain jumlah, isu pengelolaan haji untuk ditangani secara internasional juga menjadi isu. Bagaimana Anda menangani isu tersebut?

Ya, Makkah dan Madinah adanya di Arab Saudi. Keduanya terbuka untuk semua orang yang menaati persyaratan yang ditetapkan Alquran. Selain itu, juga harus dipahami soal kemampuan dan kapasitas. Kemudia,n banyak yang minta tambahan kuota. Apakah mungkin ruang untuk ma-sing-masing jamaah dikurangi menjadi setengah meter persegi saja? Silakan saja semuanya datang. Tapi semua harus melihat kapasitas yang tersedia.

Berapa banyak investasi untuk proyek pengembangan fasilitas haji dan umrah?
Saya akan tunjukkan bagaimana nanti umrah akan kami layani. Kalau Anda datang untuk umrah ke Arab Saudi, akan masuk di tempat yang bersih, lingkungan yang nyaman, dan semua proses berbasis teknologi. Sebelum masuk Arab Saudi, dari masing-masing biro perjalanannya akan mendapat kartu identitas yang merekam seluruh data fisik jamaah, seperti soal pesawat yang ditumpangi, data iris mata, data imigrasi. Semuanya dengan teknologi dan semuanya kami impikan untuk bisa berjalan self Service. Ini memang usaha yang keras, tapi saya yakin dunia akan mengingat upaya ini.

ed: erdy nasrut




Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 25 Februari 2018.