25 November 2017

Tiga Langkah Mencegah Kdrt



MASALAH kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) belakangan cukup marak terjadi sehingga dianggap biasa. Penyebab KDRT ada beberapa sebab, salah satunya masalah ekonomi. Adanya kesenjangan ekonomi mengakibatkan perpecahan dalam keluarga yang berujung pada kekerasan fisik.
Tindakan KDRT itu akan menimbulkan berbagai hal negatif, seperti stres, depresi, trauma, cacat fisik, anak terpaksa harus kehilangan kasih sayang orangtua karena perceraian, dan yang lebih tragisnya, salah satu korban meninggal dunia.

Hal itu tidaklah mengherankan karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, 25% tindakan KDRT di Indonesia dilakukan dengan memukul. BPS juga mencatat persentase rumah tangga di perkotaan yang menyetujui tindakan pemukulan terhadap istri dengan minimal satu alasan sebanyak 21,65%.

Karena tindakan KDRT menimbulkan efek yang negatif, upaya untuk mencegah agar tindakan tersebut tidak terjadi sangat diperlukan. Berikut kiat mencegah KDRT.

Pertama, menerapkan pendidikan agama dan moral dalam rumah tangga. Contoh, untuk keluarga muslim, kepala rumah tangga menjadi imam dan mengajari anak-anaknya dengan pendidikan agama.

Kedua, menerapkan komunikasi timbal balik antar-sesama anggota keluarga sehingga menghindari kesalahpahaman. Dengan komunikasi yang efektif dan terbuka, setiap anggota keluarga merasa diperhatikan dan dilindungi. Dengan begitu, rasa saling menyayangi dan menjaga akan tumbuh dalam setiap diri anggota keluarga.

Ketiga, harus adanya saling kepedulian antaranggota keluarga. Sebagai orangtua, jadilah orang pertama yang mendengar cerita dari anak-anak. Jangan menuntut anak untuk melakukan sesuatu yang ia belum mampu. Sikap kepedulian itu sangatlah penting untuk membentuk rumah tangga yang harmonis.

Malikhatul Farida
Mahasiswi UIN
Sunan Gunung Djati Bandung


Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 25 November 2017.