25 November 2017

Tagihan Pbb



Pada 1995, saya menjual sebidang tanah di Jalan Assakinah II Nomor 33 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ke sebuah perusahaan. Jual beli dilakukan di depan notaris yang ketika itu berkantor di seberang kantor surat kabar Republikadl Jalan Buncit Raya.

Beberapa tahun kemudian, datang tagihan PBB atas nama tersebut dari Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Pasar Minggu.

Atas tagihan tersebut, saya mengirim surat balasan yang menerangkan tanah tersebut sudah saya jual dan semua surat kepemilikan sudah berada di tangan pembeli. Sehingga saya tak ada kewajiban membayar PBB dan kantor pajak harus menagih PBB kepada pemilik baru.

Setelah itu, dalam tahun tahun berikutnya tidak pernah ada lagi tagihan PBB atas tanah itu. Saya artikan ketika itu kantor UPPRD Pasar Minggu sudah menerima dan memahami keterangan atas jual beli tanah yang saya sampaikan dan permasalahan selesai.

Tapi saya terkejut ketika menerima surat agar membayar PBB-P2 dengan nomor 7532/-1.722 tertanggal 27 September 2017 dari UPPRD Pasar Minggu, berisi tagihan PBB-P2 atas sebidang tanah yang sama.

Surat itu menerangkan, selama 21 tahun sejak 1996 hingga 2016, saya menunggak PBB-P2 ditambah denda sejumlah Rp 184.627.582,00.

Hal ini membingungkan karena setelah mengirim surat kepada UPPRD Pasar Minggu belasan tahun lalu, tidak pernah ada lagi tagihan PBB atas tanah tersebut kepada saya. Tapi mengapa sekarang masalah itu timbul lagi?

Apakah pemilik baru belum juga membayar PBB? Kejadian ini membuat saya yakin ada ketidakberesan administrasi di UPPRD Pasar Minggu. Permasalahan yang sudah selesai bertahun- tahun sebelumnya tidak terdokumentasi dengan baik dan muncul lagi.

Permasalahan ini membuat saya sebagai warga tidak nyaman dan bertanya-tanya berapa banyak kasus serupa yang membuat kami sebagai pembayar pajak terbebani karena ketidakberesan administrasi UPPRD Pasar Minggu.

Ajip Rosidi

Dusun Pabelan I, RT 002/004, Desa Pabelan Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 25 November 2017.