22 September 2017

Kebijakan Dua Rapor



KAMI orang tua murid sempat mendengar kabar beberapa waktu lalu tentang informasi rencana pemerintah menerapkan dua rapot bagi siswa. Apa benar ini. Mohon penjelasan pihak terkait karena ada kebingungan pada kami apa maksudnya. Mohon penjelasannya.

0852 6868 xxxx

Jika Diwajibkan, Terima Saja

Jawab
Kebijakan baru dari Menteri tersebut terlalu berlebihan. Seharusnya Kementerian lebih fokus pada substansi bagaimana pemerataan pendidikan, ak perlu membuat regulasi yang rumit dan dampaknya tidak terlalu signifikan.

Jika memang pendidikan karakter dan ekstrakulikuler harus mendapat penilaian khusus, maka tetap letakkan saja di rapor utama. Disandingkan pada nilai mata pelajaran
lainnya. Kalau kertasnya kurang panjang atau halamannya tak muat, kan dibalik bisa. Buku rapor sekarang kan lebih besar dan lebar dari rapor zaman dulu. Manfaatkan lembar yang tersisa saja.

Kendati demikian, aturan tetaplah aturan. Kami secara legowo menerima kebijakan tersebut apabila wajib diterapkan, terlebih lagi instruksi dari Kementerian. Kita lihat saja nanti ke depannya bagaimana, kalau disuruh buat dua rapor, ya kita jalankan.

(cr9)

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Sriwijaya Post tanggal 22 September 2017.