22 September 2017

Menolak Bujuk Rayu Penyalahgunaan Obat Terlarang



KELIHAIAN tenaga pengedar berbagai obat terlarang harus diwaspadai. Sebabnya, saat ini penggunaan obat terlarang semakin bervariasi dari berbagai lapisan masyarakat. Targetnya bukan hanya pemuda berandalan, melainkan juga anak-anak. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar puluhan remaja yang menjadi korban penyalahgunaan obat terlarang di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kasus itu makin heboh karena mereka tak hanya menyalahgunakan obat terlarang, tapi juga mencampurnya dengan tiga jenis obat yakni Somadril, Tramadol dan PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol).

Penyalahgunaan obat terlarang tidak hanya berdampak pada merosotnya kualitas manusia, tetapi juga meningkatkan jumlah kriminalitas. Jika dulu pengguna obat terlarang hanya ada di kota-kota besar yang gemerlap secara sembunyi-sembunyi, saat ini pelaku maupun korban meluas ke kota kecil secara terbuka, bahkan menyasar anak-anak.

Sindikat obat terlarang sama dengan dunia narkoba yang belum menang kita perangi. Ada indikasi kekalahan dalam pertempuran melawan penyalahgunaan obat terlarang. Harus ada terobosan baru untuk menghadapi laju badai penyalahgunaan obat terlarang.

Bila kualitas manusia bangsa kita rendah, sementara kualitas kriminalitas meningkat, kehancuran generasi muda sebagai aset bangsa lambat laun pasti akan terwujud. Kalau demikian, apa daya kita? Masalah penyalahgunaan obat terlarang ini malapetaka yang dapat membumihanguskan tujuan Sumpah Pemuda. Siapa yang harus menghadapinya? Polisikah? Jaksa dan hakim? Badan Imigrasi? Departemen Kesehatan? TNI? atau siapa?

Seperti nenek moyang kita dulu berjuang bersama-sama melawan penjajah, kali ini pun musuh tidak dapat dikalahkan jika seluruh rakyat tidak berjuang bersama. Perjuangan itu tidak sendiri, tetapi bersama-sama, serentak, dan bahu membahu. Jadi, perang melawan penyalahgunaan obat terlarang terutama yang bersifat merusak dan jenis obat-obatan keras lainnya harus menjadi gerakan nasional.

Pemerintah dengan segenap institusinya, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas harus menyatu dalam su-atu gerakan yang terencana, terarah, terpadu, sistematis, dan berkelanjutan dalam menanggulangi penyalahgunaan obat terlarang.

Hal yang paling penting ialah rakyat harus mengenal seluk beluk obat-obat terlarang. Segala musibah ini datang atas ketidaktahuan rakyat tentang obat-obat terlarang di tengah kegetiran hidup yang menghimpit.

Pengetahuan tentang seluk beluk obat-obat terlarang harus dimiliki seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Hal itu dilakukan guna memupuk kesadaran sebagai kunci sukses perang melawan penyalahgunaan obat terlarang ini. Kalau hari ini keluarga kita belum terkena, jangan sombong dan lengah, tetapi kita harus waspada. Oleh karena itu, sambil memberantas pengedar dan bandar serta mengobati korban yang semakin meluas itu, mari kita menambah wawasan dan membangun kesadaran agar tidak tertipu dan terjebak oleh bujuk rayu penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Ayu Sri Ratna Yuningsih
UIN Sunan Kalijaga

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 22 September 2017.