19 September 2017

Kekeringan Di Cibatu



Saya sebagai warga Kampung Harikukun, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut kerap kali mengalami kekeringan dan kekurangan air kala musim kemarau. Sejak dua bulan terakhir, warga di desa kami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur kering kerontang. Maklum, dari Lebaran kemarin hingga kini, hiyan belum juga turun.

Akibat kemarau panjang, warga kesulitan memperoleh air bersih untuk minum, memasak, mandi, cuci dan kakus (MCK). Tidak hanya sumur, sawah-sawah pun kering karena saluran irigasi tak bisa mengairi lagi dari hulu. Memang biasanya ada bantuan mobil tangki air ke desa kami saban tiga hari sekali. Tapi ini baru dua kali ada bantuan mobil tangki air.

Kalau dihitung, peristiwa kekeringan dan kekurangan air bersih ini sudah berlangsung sejak tujuh tahun yang lalu. Sayang, hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah setempat untuk menangani masalah air bersih ini dalam jangka panjang. Untuk mencuci pakaian saja, warga terpaksa berjalan lebih dari dua kilometer menuruni Sungai Cimanuk yang debit airnya semakin menyusut.

Saya dan warga sekitar berharap pemerintah setempat bisa membuatkan sumur artesis dengan pompa besar yang bisa diakses warga ketika musim kemarau, sehingga mereka tidak kesulitan air bersih lagi. Apalagi desa kami belum belum terjangkau jaringan air PAM. Ini beda dengan warga di sekitar Jalan Cibatu-Lewi-goong yang sudah ada instalasi air PAM.

Warga Kampung Sumur-kondang, Desa Kertajaya, yang bersebelahan dengan Kampung Harikukun juga mengalami nasib sama. Di desa itu ada 16 perkampungan yang mengalami krisis air bersih. Malah ada puluhan kampung di Kecamatan Cibatu sudah langganan kekeringan selama 10 tahun terakhir.

Akibat efek kemarau yang semakin parah, petani sulit bercocok tanam. Begitupun warga yang mengembangkan budidaya perikanan, kolam-kolam ikan banyak yang mengering. Ini membuat sebagian warga Garut Utara rawan pangan. Menurut Fitra, selama ini penanganan dampak Kemarau Panjang sebatas tanggap darurat dengan memasok air dari sumur artesis di Sawah Lega, Cipari, Suka-wening.

Agar kekeringan di wilayah Garut Utara teratasi, Fitra memberi solusi supaya ada revitalisasi saluran irigasi dari Bendung Copong, Sukase-nang, Banyuresmi, bisa sampai ke daerah Cibatu dan sekitarnya.

Ketika daerah hulu Cimanuk masih hijau, belum marak perambahan hutan dan alih fungsi, debit air masih bisa sampai ke wilayah ini. Sehingga, kala itu, warga tidak pernah kesulitan air bersih seperti sekarang. Dulu, perikanan dan pertanian tumbuh subur.

Jamilah,
Cibatu. Garut

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Kontan tanggal 19 September 2017.