10 Juli 2017

Tanggapan Pt Freeport Indonesia



ATAS artikel berjudul "Setelah Terbentur Tembok Freeport" di majalah Tempo edisi 26 Juni-2 Juli 2017, kami menyampaikan tanggapan dan klarifikasi sebagai berikut.

1. Sebagai kontraktor pemerintah Indonesia, PT Freeport Indonesia (PTFI) menghormati hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

2. Di dalam artikel dimaksud tertulis: "Kemenangan di tingkat kasasi belum mengubah nasibnya." Kami perlu meluruskan bahwa satu-satunya putusan kasasi Mahkamah Agung dalam kasus ini adalah putusan MA pada 11 November 2010, yang dalam amar putusannya menolak permohonan kasasi Saudara Timotius Kambu.

3. Di dalam artikel juga tertulis: "Freeport pun menyatakan akan membayar upah dan hak Timotius sejak 4 Agustus 2005 sampai 5 April 2007, sebesar Rp 123 juta." Kami perlu meluruskan bahwa upah dan hak Saudara Timotius Kambu yang dibayarkan senilai Rp 131 juta, yang dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang pada 15 Mei 2007, dan telah diterima Saudara Timotius Kambu pada 13 Agustus 2007. Karena itu, kami berpendapat bahwa perusahaan telah melaksanakan putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung tahun 2006 dan permasalahan Saudara Timotius Kambu telah selesai dengan telah diterimanya uang pembayaran upah dan hak yang dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang oleh Saudara Timotius Kambu.

4. Karyawan adalah aset terpenting bagi PTFI. Kesejahteraan karyawan serta keluarganya adalah elemen terpenting dalam keberlangsungan kegiatan operasional kami.

Riza Pratama, VP Corporate Communications

Terima kasih atas tanggapan Anda. Kami sudah mewawancarai Freeport sebelum artikel ini dimuat. Tentu informasi baru mengenai putusan Mahkamah Agung tahun 2010 akan segera kami telusuri. Soal besaran upah dan hak yang dibayarkan PT Freeport kepada Timotius, Anda benar. Kami meminta maaf atas kekeliruan angka itu.

Suara pembaca

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Majalah Tempo tanggal 10 Juli 2017.