29 Juni 2013

Perlu Portal Otomatis Di Tiap Halte Busway



Busway adalah jalur khusus bus. Namun kenyataannya, kendaraan nonbus, antara lain, mobil dan motor, dengan tanpa rasa bersalah memasuki lajur busway. Di samping hal tersebut berbahaya, juga sangat mengganggu perjalanan bus.

Sesudah sebagian separator busway ditinggikan hingga 50 cm, memang penyerobotan lajur busway oleh kendaraan nonbus sudah berkurang walaupun belum 100 persen.

Dalam situasi sangat macet pelanggaran tetap bisa terjadi, kendaraan nonbus tetap memasuki lajur busway.

Oleh karena itu, penulis mengusulkan agar di tiap halte dipasang palang portal otomatis (barrier gate) seperti yang biasa dipakai perusahaan parkir di mal, plaza, pertokoan, dan lain-lain. Yakni, tombolnya mudah dijangkau pengemudi. Tinggal tekan tombol, palang portal secara otomatis terbuka dan sesudah bus lewat, palang portal tertutup secara otomatis. Tinggi palang sedemikian rupa sehingga tidak bisa dilalui mobil, motor, atau kendaraan lainnya.

Alternatif lain, dengan akan/telah diberlakukannya e-tiket pada bus yang melewati busway maka ada kemungkinan akan mengurangi tenaga kerja.

Jika itu terjadi, mungkin ada baiknya dikaryakan sebagai petugas yang melakukan buka-tutup palang portal secara manual.

Hanya dengan cara seperti itulah lajur busway diharapkan bisa benar-benar lajur khusus untuk bus Transjakarta dan diharapkan bisa memperlancar laju bus tersebut dan bus-bus lain atau Kopaja dan Metromini apabila diizinkan melewati lajur busway.

Busway adalah lajur khusus bus. Harus benar-benar steril dari kendaraan lain.

Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jln Bintan 2 Blok S1/11 Tangerang Selatan

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 29 Juni 2013.