29 Juni 2013

Penjelasan Pemkab Sidoarjo



MENANGGAPI keluhan Saudara Dedy Susanto melalui rubrik Pembaca Menulis Jawa Pos, 25 Juni 2013, berjudul Kehabisan Nomor Antrean di Dispenduk Sidoarjo, kami sampaikan terima kasih atas saran/masukan yang telah disampaikan kepada SKPD kami. Nomor antrean pelayanan dari mesin antrean (menggunakan software) setelah mencapai nomor maksimal, nomor antrean akan diganti secara manual (melalui pencatatan nama pemohon dan diberikan kartu antrean). Tidak benar kalau mengurus melalui pihak ketiga nomor antrean selalu ada. Semua pemohon diperlakukan sama.

Pemeriksaan dokumen akta pencatatan sipil dilakukan melalui berbagai tahap dan pembuatannya membutuhkan waktu hingga dua bulan. Saat ini volume permohonan pelayanan akta kelahiran yang masuk setiap hari sangat tinggi. Sesuai dengan SE Mendagri pada 6 Mei 2013 nomor 472.11/2304/SJ bahwa sejak 1 Mei 2013, jika pelaporan kelahiran melampaui batas waktu satu tahun, pencatatannya tidak lagi memerlukan penetapan pengadilan negeri, tetapi langsung diproses oleh dispendukcapil kabupaten/kota. Selain itu, denda keterlambatan dihapus.

Y. SISWOJO, kepala bagian humas dan protokol Pemkab Sidoarjo

Surat pembaca diambil dari Jawa Pos tanggal 29 Juni 2013.