28 Juni 2013

Tugas Utama Untuk Bangsa Dan Negara



Redaksi Yth,

Pekan lalu pemerintah telah mengurangi subsidi BBM untuk Premium dan solar. Hal ini berujung pada dinaikkannya harga BBM untuk kedua jenis tersebut.

Pro kontra sempat mewarnai rencana pengurangan BBM bersubsidi itu. Sebulan lebih media massa dan kelompok masyarakat dari berbagai kalangan tak hentinya berwacana soal setuju atau tidaknya BBM bersubsidi dikurangi.

Bertempat di kantor Kementerian Perekonomian di kawasan Lapangan Banteng, sederet menteri berkumpul untuk mengumumkan kenaikan harga BBM.

Ada anggapan dari politikus, terutama yang kontra dengan pemerintah, bahwa parpol yang mendukung kenaikan BBM akan ditinggalkan oleh pemilihnya pada Pemilu 2014. Kalau itu terjadi, akan berdampak pada keterpurukan parpol itu dan berkurang suaranya.

Bagaimanapun BBM bersubsidi harus dikurangi untuk kelangsungan kehidupan berbangsa ke depannya. Kalau sudah urusan bangsa dan negara, sudah tidak bisa ditawar lagi.

Dampaknya kalau BBM bersubsidi tidak dikurangi maka kehidupan rakyat selanjutnya akan terus bergantung pada APBN. Karena menggunakan APBN untuk mensubsidi BBM makanya sektor lain tidak akan mengalami pembangunan.

Kalau subsidi BBM dikurangi maka alokasi subsidi itu akan diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur, kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, dan sebagainya.

Prioritas utama adalah mengawal dan mengendalikah perekonomian Indonesia baik dan berjalan sesuai jalurnya. Kalau itu terjadi, otomatis kesejahteraan rakyat makin meningkat.

Zalfaa Zatuliani
Jl Lapangan Tembak II No 45 C
Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur

Surat pembaca diambil dari Sinar Harapan tanggal 28 Juni 2013.