28 Juni 2013

Militer Dan Upaya Penyelamatan Lingkungan



Hutan mangrove Indonesia di banyak kawasan, semakin tertekan. Kepentingan ekonomi dalam skala besar dan kecil sering mengalahkan kepentingan ekologis yang vital demi kelestarian lingkungan.

Cukup banyak hutan bakau di pesisir yang dibabat dan diubah menjadi tambak udang atau apartemen mahal. Bakau atau mangrove sangat penting dalam banyak hal, di antaranya meredam gelombang laut di pinggir pantai sehingga mengurangi abrasi.

Vegetasi payau ini juga memiliki peranan mempertahankan kedaulatan negara termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengatasi ancaman terhadap lingkungan.

Indonesia dan negara pulau lainnya menghadapi ancaman terhadap kedaulatan karena penaikan permukaan laut dan erosi pantai akibat dampak pemanasan global maupun perubahan iklim.

Akibatnya pulau dan wilayah pesisir akan tenggelam sehingga akan menjadi masalah kedaulatan teritorial. Untuk menghindari ancaman ini pelibatan militer mungkin menjadi salah satu alternatif.

Militer berperan penting mempertahankan kedaulatan negara termasuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengatasi ancaman terhadap lingkungan.

Meski agaknya, hal itu masih belum terlalu membumi namun sebenarnya, militer memiliki dua fungsi utama, yaitu misi operasi perang dan misi operasi selain perang.

Kekuatan militer dapat dioptimalkan melalui berbagai kegiatan seperti pemulihan sumberdaya air dan sungai yang rusak, reboisasi lahan kritis, dan rehabilitasi terumbu karang yang rusak, termasuk upaya pelestarian hutan bakau.

Sebagaimana diketahui anggaran pertahanan di kawasan Asia Pasifik akan mengambil alih posisi AS dan Kanada pada 2021, menurut sebuah studi oleh analis terkemuka IHS Jane.

Secara keseluruhan, perdagangan global senjata terdiri dari impor dan ekspor senjata meningkat 30 persen antara 2008 dan 2012, dari 56,5 miliar dolar AS menjadi 73,5 miliar dolar AS.

Indonesia sendiri tahun ini dan tahun-tahun ke depan akan menaikkan anggaran pertahanan. Alih-alih untuk membeli alat dan senjata untuk berperang, alangkah baiknya jika anggaran pertahanan kita juga mendukung operasi selain perang.

Kondisi ini mengingat permasalahan perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan masyarakat dunia yang membutuhkan komitmen untuk mengantisipasinya.

Teguh Pujonugroho
Jl. Serayu, Nomor 19 Madiun

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 28 Juni 2013.