28 Juni 2013

Kpk Wajib Usut Elite Pks



Senin 24 Juni lalu, sidang perdana kasus dugaan korupsi clan pencucian uang terkait impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, bergulir. Dalam sidang itu, nama Presiden PKS Anis Matta muncul clalam dakwaan perkara Luthfi.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menvebutkan, Anis Matta diduga membantu memenangkan tender perusahaan Yudi Setiawan dalam proyek bibit di Kementerian Pertanian. Melalui Ahmad Fathanah beserta Luthfi, jaksa menyatakan, Yudi menyerahkan uang muka kepada Anis sebesar Rp 1,9 milyar untuk melancarkan proses dalam proyek tersebut.

Bahkan banyak kalangan dari PKS sendiri berpendapat, tuduhan itu hanya sebatas pengakuan yang masih hams dibuktikan clalam persidangan. Padahal, sudah jelas pengakuan dakwaan itu melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang pasti. Namun bantahan kader PKS ternyata masih tents bergulir dan menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar.

Menurut saya, jaksa penuntut umum sebenarnya tidak begitu saja mengeluarkan dakwaan. Mereka memiliki data akurat untuk membeberkan masalah ini. Jadi, saya kira, jika memang dugaan tersebut terbukti, Anis Matta bisa saja menjadi terdakwa selanjutnya. Alangkah baiknya kita sebagai rakyat menunggu pembuktian selanjumya dari pihak jaksa penuntut umum.

Surat pembaca diambil dari Gatra tanggal 28 Juni 2013.