28 Juni 2013

Lalu Lintas Semrawut



Sejak sebelum Pilkada DKI Jakarta 2012, diberlakukan perubahan arus lalu lintas di daerah Pluit dan Muara Karang, Jakarta Utara. Kemacetan terjadi pada jam-jam tertentu, padahal sebelumnya lancar-lancar saja.

Jalan Muara Karang Raya yang semula dua jalur dan dua arah diubah menjadi satu jalur dengan membuang pembatas jalan di tengah, menjadi satu arah dari timur ke barat. Akses keluar dari Pantai Indah Kapuk yang semula dipecah menjadi tiga arah kini hanya satu arah ke utara. Akibatnya, sering terjadi kemacetan.

Apalagi, di jalur Muara Karang Barat banyak mobil jemputan anak sekolah di Penabur, taksi, dan angkot parkir di pinggir jalan. Ini masih ditambah warung-warung proyek kecamatan di sepanjang jalan sebelum Pos Polisi Muara Karang. Warung-warung itu menimbulkan kemacetan dan merusak bantaran sungai.

Warung-warung serupa juga ada di Pluit, di seberang halte Transjakarta di depan sekolah Tarakanita. Kesemrawutan diramaikan lagi oleh pengendara sepeda motor yang melawan arus lalu lintas.

Pihak lingkungan setempat sudah menulis surat kepada aparat setempat, tetapi belum ada tanggapan.

Frans Hadimuljono
Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara

Surat pembaca diambil dari Kompas tanggal 28 Juni 2013.