28 Juni 2013

Bermental Miskin



Subsidi BBM sudah dilakukan dari zaman dahulu. Memang ketika itu Indonesia masuk sebagai anggota OPEC atau negara-negara pengekspor minyak. Dahulu minyak kita banyak. Tapi, seiring perjalanan waktu dan tumbuhnya perekonomian kita, banyak kendaraan yang menghiasi jalanan.

Maka, banyak pula BBM yang dikeluarkan. Sedangkan sudah menjadi faktor alamiah, produksi minyak dari tahun ke tahun menurun. Tidak ada yang bisa disalahkan. Yang bisa dilakukan di sini adalah mengatur pola pemberiaan subsidi. Subsidi adalah pemberian pemerintah kepada rakyatnya yang masuk kategori tidak mampu, agar dapat membantu kehidupannya.

Sedangkan dalam kajiannya, pemerintah menemukan bahwa pengguna BBM bersubsidi 70 persen adalah dari kalangan mampu. Tidak jarang mobil-mobil mewah antre di SPBU hanya untuk mengisi tangki dengan Premium. Di sinilah pemerintah kemudian berpikir ulang bahwa subsidi sudah tidak tepat sasaran, sehingga perlu dilakukan format baru dalam pemberian subsidi.

Sebenarnya, kalau kita telisik lebih detail lagi, pemerintah ingin negara ini menjadi negara yang maju. Subsidi yang tidak tepat sasaran bisa dialihkan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, juga membantu rakyat miskin dengan program BLSM, bukan membantu orang kaya. Seharusnya orang-orang kaya yang masih menggunakan BBM bersubsidi mesti malu.

Malu karena mengambil jatah yang bukan haknya. Malu karena, dengan perbuatannya, ia bisa memiskinkan orang miskin. Salah satu faktor yang menyebabkan tersendatnya kita menjadi negara maju adalah sebagian orang masih bermental miskin, mental yang maunya disuapi terus. Budaya malu kurang di negara kita.

Seharusnya kita bisa berkaca kepada Jepang dan Korea Selatan, negara yang luasnya kalah dibanding negara kita, tapi punya mental yang baik untuk menjadi negara maju. Jepang, yang dahulu diluluh-lantakkan oleh tentara Sekutu, bisa bangkit dan berdiri menjadi negara maju. Hal ini seharusnya bisa kita tiru.

Agustianto
Perumahan Citra Indah
Cileungsi, Bogor

Surat pembaca diambil dari Koran Tempo tanggal 28 Juni 2013.