27 Juni 2013

Rakyat Berhak Lupakan Anggota Dpr



Redaksi Yth,

Saya agak heran dengan sikap para anggota DPR di Senayan. Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN-P 2013 yang isinya mencantumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh masyarakat telah ditolak mentah-mentah dengan maraknya demo-demo antikenaikan harga BBM sampai hari ini.

Tapi, oleh para anggota legislatif di Senayan, tetap saja diajukan ke rapat paripurna yang akhirnya dalam rapat paripurna DPR, RUU APBN-P 2013 disahkan menjadi UU melalui pengesahan secara pemungutan suara (voting).

Saat ini RUU Ormas akan disahkan juga oleh para anggota DPR untuk menjadi UU. Banyak organisasi kemasyarakatan telah melakukan penolakan atas RUU Ormas ini. Ketua Muhammadiyah dan beberapa tokoh agama lainnya mengadakan konferensi pers menolak RUU Ormas ini disahkan menjadi UU.

Tapi, para anggota legislatif di Senayan tampaknya seperti tidak peduli dan tetap ingin RUU Ormas ini disahkan yang rencananya akan dibawa ke sidang paripurna untuk disahkan, Selasa 25 Juni 2013.

Dua kejadian inilah yang membuat saya heran. Masyarakat menolak pengesahan RUU ini menjadi UU, tapi wakil rakyat di Senayan malah ingin mengesahkannya.

Dugaan saya para anggota DPR kebanyakan dihinggapi penyakit lupa. Semula ketika mengajukan diri menjadi anggota DPR, mereka menyatakan akan membela kepentingan dan aspirasi masyarakat jika terpilih. Tetapi, setelah menjadi anggota DPR, mereka lupa membela kepentingan masyarakat pemilihnya.

Akankah RUU Ormas ini disahkan DPR? Semoga para anggota DPR tidak lupa bahwa mereka duduk sebagai anggota dewan berkat masyarakat yang memilih mereka.

Jika anggota DPR ini lupa terhadap masyarakat pemilihnya, masyarakat juga boleh melupakan mereka pada pemilu legislatif 2014. Ini karena hampir sekitar 90 persen anggota DPR saat ini kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif di tahun 2014.

Semoga masyarakat tidak akan lupa dengan perbuatan wakil-wakil mereka di Senayan pada pemilu legislatif yang akan diselenggarakan tahun depan. Terima kasih.

Khoe Seng Seng
ITC Mangga Dua Lt 2
Blok B 42 Jakarta 14430

Surat pembaca diambil dari Sinar Harapan tanggal 27 Juni 2013.