27 Juni 2013

Perlu Portal Otomatis Di Tiap Halte Busway



Busway adalah jalur khusus bus. Namun kenyataannya, kendaraan nonbus, antara lain mobil dan motor dengan tanpa rasa bersalah memasuki lajur busway.

Di samping hal tersebut berbahaya, juga sangat mengganggu perjalanan bus. Sesudah sebagian separator busway ditinggikan hingga 50 cm, memang penyerobotan lajur busway oleh kendaraan nonbus sudah berkurang, walaupun belum 100%. Dalam situasi sangat macet, pelanggaran tetap bisa terjadi, kendaraan nonbus tetap memasuki lajur busway.

Oleh karena itu penulis mengusulkan agar di tiap halte dipasang palang portal otomatis (barrier gate) seperti yang biasa dipakai perusahaan parkir di mal, plasa, pertokoan dan lain-lain. Di mana tombolnya mudah dijangkau pengemudi. Tinggal tekan tombol, palang portal secara otomatis terbuka dan sesudah bus lewat, palang portal tertutup secara otomatis.

Tinggi palang sedemikian rupa sehingga tidak bisa dilalui mobil, motor atau kendaraan lainnya. Alternatif lain, dengan akan/telah diberlakukannya e-tiket pada bus yang melewati busway, maka ada kemungkinan akan mengurangi tenaga kerja. Jika itu terjadi, mungkin ada baiknya dikaryakan sebagai petugas yang melakukan buka-tutup palang portal secara manual.

Hanya dengan cara seperti itulah lajur busway diharapkan bisa benar-benar lajur khusus untuk bus dan diharapkan bisa memperlancar laju bus TransJakarta dan bus-bus lain atau Kopaja dan Metromini apabila diijinkan melewati lajur busway. Busway adalah lajur khusus bus. Harus benar-benar steril dari kendaraan lain.

Hariyanto Imadha BSD Nusaloka Sektor XIV-5 Jl.Bintan 2 Blok S1/11 Tangerang Selatan

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 27 Juni 2013.