27 Juni 2013

Blsm Agar Untuk Kebutuhan Pokok



Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhirnya dinaikan oleh pemerintah, tepatnya Jumat (21/6) malam bensin premiun jadi Rp6.500, dan solar jadi Rp5.500.

Adanya kenaikan BBM bersubsidi ini membuat SPBU seantero nusantara dipenuhi oleh antrian kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Adanya kenaikan BBM bersubsidi tentu membuat resah dan gelisah dari masyarakat, barang kebutuhan sehari-hari pasti naik, ongkos kendaraan juga pasti naik dan sebagainya, tetapi melihat kenyataan dan menyadari hal tersebut pemerintah mengeluarkan paket bantuan sosial, dahulu bernama BLT (bantuan langsung tunai), sekarang BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat).

BLSM diberikan selama 4 bulan dan Rp150.000 untuk tiap bulannya, serta dibagikan kepada 15,5 juta penduduk Indonesia berdasarkan data dari BPS.

Dengan adanya pembagian BLSM ini bagi orang tidak mampu seharusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, artinya BLSM ini diberikan pemerintah untuk membantu rakyat miskin demi mencukupi kebutuhan pokoknya, bukan untuk melengkapi kebutuhannya. Saya hanya ingin mengimbau kepada penerima BLSM agar menggunakan dana bantuan dari pemerintah tersebut dengan baik dan cerdas, dahulukan kebutuhan yang pokok .

Regyta Berliantoko Jl. Aris Munandar No. 45 Malang Jawa Timur

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 27 Juni 2013.