26 Juni 2013

Palang Portal Otomatis Di Tiap “busway”



Redaksi Yth,

Busway adalah jalur khusus bus. Namun kenyataannya, kendaraan nonbus, antara lain mobil, dan motor, tanpa rasa bersalah memasuki busway. Di samping hal tersebut berbahaya, juga sangat mengganggu perjalanan bus.

Sesudah sebagian separator busway ditinggikan hingga 50 cm, memang penyerobotan busway oleh kendaraan nonbus sudah berkurang, walaupun belum 100 persen. Dalam situasi sangat macet, pelanggaran tetap bisa terjadi, kendaraan nonbus tetap memasuki busway.

Oleh karena itu, penulis mengusulkan agar di tiap halte dipasang palang portal otomatis (barrier gate) seperti yang biasa dipakai perusahaan parkir di mal, plasa, pertokoan, dan lain-lain.

Tombolnya mudah dijangkau pengemudi. Tinggal tekan tombol, palang portal secara otomatis terbuka dan sesudah bus lewat, palang portal tertutup secara otomatis. Tinggi palang sedemikian rupa sehingga tidak bisa dilalui mobil, motor atau kendaraan lainnya.

Alternatif lain, dengan akan/telah diberlakukannya e-tiket pada bus yang melewati busway, ada kemungkinan akan mengurangi tenaga kerja. Jika itu terjadi, mungkin ada baiknya dikaryakan sebagai petugas yang melakukan buka-tutup palang portal secara manual.

Hanya dengan cara seperti itulah busway diharapkan bisa benar-benar lajur khusus untuk bus dan bisa memperlancar laju bus Trans-Jakarta dan bus-bus lain atau Kopaja dan metromini apabila diizinkan melewati busway. Busway adalah lajur khusus bus. Harus benar-benar steril dari kendaraan lain.

Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jalan Bintan 2 Blok S1/11 Tangerang Selatan

Surat pembaca diambil dari Sinar Harapan tanggal 26 Juni 2013.