26 Juni 2013

Tentang Platform Partai Politik



Demokrasi pada mulanya merupakan satu gagasan tentang pola kehidupan yang muncul sebagai reaksi terhadap kenyataan sosial politik yang tidak manusiawi di tengah-tengah masyaraat.

Reaksi tersebut tentu datangnya dari orang-orang yang berpikir idealis dan bijaksana. Mereka terusik dan tergugah melihat adanya pengekangan dan pemerkosaan terhadap hakhak asasi manusia.

Ada tiga nilai ideal yang mendukung demokrasi sebagai satu gagasan kehidupan yaitu kemerdekaan (freedom), persamaan (equality), dan keadilan (justice). Salah satu lembaga politik yang merupakan ukuran demokrasi adalah partai politik.

Sebuah parpol adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik.

Tentu saja dengan cara konstitusionil. Setidaknya parpol menjadi lembaga politik yang jauh dinamis dibandingkan dengan lembaga formal lainnya, sebab di dalam partai secara konseptual melaksanakan berbagai fungsi politik seperti artikulasi kepentingan, pendidikan politik, komunikasi politik, rekruitmen politik sosialisasi politik.

Parpol sebagai salah satu indikator berjalannya mesin demokrasi tentunya tidaklah diskriminatif dalam merekrut atau mengkader anggota-anggotanya.

Banyak hal penting dan strategis yang akhir-akhir ini berkembang di negeri ini, yang memerlukan perhatian serius partai politik. Dari sekian banyak poin penting itu, yang paling mengemuka adalah platform sebuah partai politik.

Platform politik adalah serangkaian prinsip atau kebijakan yang didukung oleh partai politik, kelompok tertentu, atau praktisi politik perorangan.

Platform ini bisa digunakan untuk menarik perhatian masyarakat dalam pemilihan umum, seperti dengan diungkapkannya dukungan bagi, atau penentangan terhadap suatu topik kontroversial.

Selain itu, juga bisa digunakan untuk melihat kesamaan atau perbedaan prinsip dan kebijakan yang bisa dipertimbangkan saat membentuk koalisi.

Beberapa platform politik yang biasa digunakan partai politik diantaranya: agama, nasionalisme, pembelaan terhadap rakyat kecil, upaya menggapai kesejahteraan dan memerangi kemiskinan, dsb.

Para elite dan pelaku politik idealnya harus lebih mengedepankan platformnya agar rakyat pemilih sebagai pemegang kedaulatan atas pilihan politik diposisikan tidak semata untuk dieksploitir sebagai alat legitimasi atas posisi kedudukan yang diraih elitenya.

Yohanes Wawengkang
Jl. Margonda Raya, No. 46, Depok

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 26 Juni 2013.