26 Juni 2013

Jangan Perkeruh Suasana



BERTEPATAN dengan naiknya harga bahan bakar bersubsidi (BBM) bersubsidi, pemerintah langsung menyalurkan dana kompensasi berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), yang diberikan selama empat bulan tersebut diperuntukkan bagi 15,5 juta rakyat miskin di seluruh Indonesia, dengan besaran uang sebesar Rp 150.000 tiap bulannya.

Namun, di tengah upaya pemerintah untuk memberikan subsidi agar tepat sasaran, ada lembaga survei yang memperkeruh suasana, sebut saja Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Menurut survei yang dilakukan LSI, sebanyak 72,33% pemberian BLSM tidak tepat sasaran. Sayang, survei tersebut tidak menanyakannya secara langsung ke rakyat yang memang membutuhkannya, tapi melalui telepon. Ada kesan bahwa survei tersebut hanya ingin membuat gaduh negara ini.

Hasil temuan LSI tersebut sesungguhnya juga tidak relevan, karena jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu ketika adanya BLT, pemberian BLSM tahun ini lebih baik dari tahun 2005 dan 2008, tidak ada kericuhan. Pembagian kupan perlindungan sosial kini jauh lebih tertib, karena pemerintah saat ini telah mengatur dengan baik pembagian BLSM. Pemerintah tentu belajar juga dari pengalaman ketika membagi bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak tertib.

Kita berharap lembaga-lembaga survei menjalankan saja tugas dan misinya, dan tetap menghormati hal-hal yang bersifat kebijakan dan keputusan pemerintah. Terkait rakyat banyak, kita harus sepakat untuk sama-sama menjaga iklim yang kondusif. Memang selalu ada ketidaksempurnaan dalam penerapan berbagai kebijakan pemerintah, tetapi mari kita kelola bersama. Jangan kita perkeruh suasana, yang justru bisa merugikan rakyat juga.

Lisa Setiawan Jl Lebak Bulus 2 No 16 Jakarta Selatan

Surat pembaca diambil dari Investor Daily tanggal 26 Juni 2013.