26 Juni 2013

Penagih Kartu Niaga



Rasanya memang tidak enak punya utang ke bank, apalagi kartu kredit. Baru terlambat sekali seumur-umur, eh, si penagih kartu kredit berulah dan bersikap kasar.

Itulah yang saya alami ketika bulan ini saya kebetulan kesulitan membayar tagihan kredit dari Bank CIMB Niaga. Biasanya sih pemberitahuan ke saya dilakukan melalui e-mail atau SMS. Kalaupun toh ada petugas yang menghubungi via telepon langsung, biasanya mereka berbicara dengan sopan.

Tapi baru kali ini saya bertemu dengan penagih kartu kredit yang bersikap kasar. Si petugas perempuan pula. Pertama, dia menagih dengan mengatakan kalimat-kalimat yang tak perlu, misalnya, Kami menagih cuma tagihan minimal, bukan keseluruhan utang, dst, dst. Itu semua ditambah dengan cara bicara yang meledak-ledak dan kasar.

Pada kesempatan lain, saya menjanjikan tanggal tertentu untuk pembayaran, dan si penagih setuju. Lalu pada hari terjanjikan, pukul 09.30, si penagih menelepon lagi, lagi-lagi dengan cara bicara yang kasar.

Saya kira bank CIMB Niaga harus menindak si perempuan penagih yang kasar itu karena petugas yang lain sopan-sopan.

Nama dan alamat
di meja redaksi

Surat pembaca diambil dari Koran Tempo tanggal 26 Juni 2013.