24 Juni 2013

Penculikan Warga Inggris, Ciderai Perdamaian Di Aceh



Bersyukurlah warga negara Inggris, Malcolm Primrose, yang akhirnya dapat menghirup udara kebebasan setelah sempat mengalami penyekapan oleh kelompok bersenjata di Aceh selama beberapa hari sebelumnya.

Insiden penyekapan mengundang perhatian serius baik dari pemerintah Indonesia dan Inggris. Aceh yang notabene selama pasca penandatangan Mou Indonesia-GAM menunjukkan situasi aman, damai dan kondusif, namun sekarang tercoreng dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab bertujuan sengaja mengganggu kedamaian di Aceh.

Apreasiasi terhadap tindakan penyelamatan yang dilakukan aparat keamanan untuk melindungi dan menjamin keamanan warga negara asing di Aceh tersebut.

Setidaknya dengan adanya kasus penculikan dapat meningkatkan antisipasi terhadap kerawanan akan gangguan yang datang dari sempalan yang mengarah pada eks tentara GAM yang tidak mematuhi kesepakatan damai tersebut.

Jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang nantinya berdampak pada klaim situasi di Aceh yang tidak aman oleh negara lain yang dimana warga negaranya berada dalam wilayah yuridiksi Indonesia.

Tentunya semua masyarakat Indonesia ingin melihat damai berkelanjutan di Bumi Rencong tersebut.

Marentina S
Jl. Bumi Sawangan Indah II
No. 8A Depok, Jawa Barat

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 24 Juni 2013.