24 Juni 2013

Kecewa Terhadap Pelayanan Bank



SEKITAR satu bulan lalu, saya mencoba mengajukan permohonan kredit untuk usaha mikro pada Bank BJB Cabang Pembantu Pajajaran Bandung. Setelah melalui berbagai tahapan dari pengumpulan semua data pendukung sebagai persyaratan kredit sampai pada tingkat analisis oleh pejabat bank tersebut selesai.

Pengajuan pinjaman tersebut di acc sekitar Rp 45 juta. Berbeda dengan pengajuan awal plafon yang saya inginkan Rp 100 juta. Saya maklum betul dan mungkin setelah hasil analisis pihak BJB, hanya bisa disetujui maksimal Rp 45 juta.

Setelah ada kesepakatan baru pada 7 Juni 2013, saya diharapkan hadir pukul 9.00 WIB untuk melakukan proses akad pencairan. Sebelum pukul 9.00 WIB, saya sudah datang di bank tersebut. Saya juga sempat mengonfirmasi kepada marketing bank bahwa persetujuan kredit saya 100 persen di acc Rp 45 juta.

Setelah menunggu beberapa lama, saya membuat buku tabungan untuk diproses pencairan. Yang mengherankan, sebelum akad dimulai, saya melihat pemandangan pada bagian administrasi begitu sibuknya mengurus proses administrasi pencairan saya yang dilakukan hari itu juga secara mendadak. Saya heran dengan kejadian tersebut karena yang saya tahu kalau sudah ada kesepakatan waktu pencairan kredit, biasanya sudah siap sebelum waktu pelaksanaan pencairan. Kalaupun ada, itu tidak mungkin saya harus menunggu lama.

Kekecewaan saya tidak sampai di situ. Setelah semua proses administrasi selesai dan begitu akan sampai pada pembacaan dan penandatanganan pencairan kredit, tanpa pemberitabuan sebelumnya, pihak bank memberikan pinjaman kredit menjadi Rp 30 juta.

Saya pun tidak mendapat keterangan yang jelas tentang alasan penurunan plafon kredit tersebut.

Setelah melalui perdebatan, akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan transaksi pinjaman tersebut karena secara pribadi saya kecewa mengapa batas pencairan kredit saya menjadi turun tanpa adanya konfirmasi dulu dari awal. Padahal, setengah jam sebelum akad pencairan dilakukan, pihak marketing secara terang benderang mengatakan bahwa pencairan kredit saya akan jatuh pada angka Rp 45 juta.

Dengan penuh kekecewaan, akhirnya saya membatalkan dan pulang tanpa adanya alasan dari penanggung jawab Bank BJB tersebut. Sebelum pulang, saya bertemu dengan pihak marketing yang menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Namun, yang mengherankan, pihak marketingnya saja sebagai bagian unit intern Bank BJB tidak tahu alasan penurunan secara mendadak pencairan kredit tersebut. Beginikah cara Bank BJB melayani konsumen? Saya tidak menerima dan kecewa dengan kejadian ini.

Terima kasih kepada Harian Umum Pifaran Rakyat atas dimuatnya keluhan saya ini, agar menjadi perhatian bagi para pejabat yang bersangkutan dan orang lain tidak mengalami hal yang saya alami ini.


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 24 Juni 2013.