24 Juni 2013

Prioritaskan Ketahanan Energi Nasional



Tahun 2013, pemerintah kembali dipusingkan dengan permasalahan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Belakangan ini wacana mengenai subsidi BBM memang tengah hangat diperbincangkan berbagai khalayak. Dalam APBN tahun 2013, subsidi BBM memang dianggarkan cukup besar, yaitu 46 juta kiloliter atau setara dengan Rp 193,8 triliun.

Cadangan energi dalam negeri begitu mengkhawatirkan. Jika sudah begitu, secara otomatis ketahanan energi Indonesia sangat rendah. Bangsa Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Namun, hal ini tidak menjamin ketersediaan energi tersebut bisa dinikmati generasi selanjutnya, jika tidak dikelola dengan baik. Apalagi, 85 persen energi di Indonesia dikelola oleh pihak asing, selebihnya 25 persen dikelola oleh Pertamina.

Ketahanan energi, khususnya BBM merupakan salah satu faktor krusial dalam ketahanan nasional sehingga wajar jika Hatta memberikan sinyal bahwa stok BBM Indonesia yang rata-rata hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 20 hari saja rawan ketahanan energi. Angka tersebut jauh di bawah stok minyak Singapura yang mencapai 120 hari dan Jepang 107 hari.

Yanto Wandi
Jl Persahabatan Timur Rawamangun, Jakarta Timur

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 24 Juni 2013.