24 Juni 2013

Tinjau Ulang Kunjungan Kerja Anggota Dewan



Kunker (kunjungan kerja) anggota DPR pusat, provinsi, atau anggota DPRD kota/kabupaten, selalu menuai protes banyak elemen masyarakat, karena secara hakiki tidak bermanfaat, bahkan tidak bisa direalisasikan dalam proses penyejahteraan rakyat! Tapi, kunker tetap dilakukan dengan dalih demi ini dan demi itu. Atau, alasan-alasan lainnya yang kadang tidak masuk akal. Sehingga, seolah-olah kunker itu sia-sia, cenderung wisata, piknik, serta menghamburkan uang negara (rakyat).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H Salimun (anggota DPRD Kendal dari Fraksi Golkar). Salimun menyebut kunker yang selama ini dilakukan para anggota dewan hanyalah foya-foya. Itu merupakan bukti dan fakta, bahwa kunker kurang bermanfaat, tak ada faedahnya.

Semestinya anggota dewan secara riil mewujudkan hal-hal mendesak yang dibutuhkan rakyat, bukan sebaliknya mencari uang tapi mengatasnamakan rakyat. Singkat kata, akhlak anggota dewan perlu direvisi dan direformasi dengan baik serta benar. Kemuliaan seseorang tidak akan berkurang hanya karena dicaci, dimaki, dihina, dilecehkan dan disakiti orang lain. Karena letak kemuliaan kita ada pada akhlak.

Wisnu Widjaja
Kalibuntu, Tegal, Jawa Tengah

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 24 Juni 2013.