24 Juni 2013

Ekspor Gas Harus Dihentikan



PEMERINTAH perlu segera melakukan moratorium atau penghentian sementara ekspor gas. Paradigma pemanfaatan gas sebagai sumber devisa negara harus segera diubah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, yakni sebagai bahan bakar dan memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.

Indonesia terlalu boros energi. Akibatnya, ketika harga minyak mentah dunia bergejolak, pemerintah kalang-kabut. Meskipun pemerintah berulang kali berjanji mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, faktanya sangat sedikit usaha konversi dilakukan. Kita bisa melihat tingkat konsumsi gas Indonesia tahun lalu baru sekitar 21 persen. Padahal cadangan minyak Indonesia telah jauh menyusut, sementara deposit gas alam masih cukup tinggi.

Sebenarnya rencana pemerintah lepas dari ketergantungan minyak telah dicanangkan pada 1995. Tapi rencana tak jalan lantaran harga minyak dunia ketika itu masih rendah. Kebiasaan pemerintah memberikan subsidi minyak membuat program konversi melayang-layang. Padahal ongkos memanjakan rakyat dengan bensin murah sangat mahal. Semoga janji pemerintah yang akan menyetop ekspor gas bisa terwujud.

Herman Suhendar Jalan Cipinang Baru Timur 78 Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur

Surat pembaca diambil dari Majalah Tempo tanggal 24 Juni 2013.