23 Juni 2013

Disambut Gadis Thailand Harus Bayar



Pada akhir Mei 2013, saya dan keluarga ikut tur wisata ke Thailand dan ketika sampai di Bandara Suvamabhumi, Bangkok, kami disambut para gadis Thailand dan dikalungi rangkaian bunga serta difoto. Namun, ujung-ujungnya kami harus membayar.

Dalam perjalanan dengan bus wisata, pemandu wisata lokal yang pandai berbahasa Indonesia banyak bercerita tentang tempat-tempat wisata, pasar tradisional, dan pasar modern yang akan kami kunjungi, tetapi ada satu keterangannya yang menarik, yaitu bahwa penduduk Kerajaan Thailand ada 70 juta orang, berdasarkan survei pada 2012 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke negeri gajah tersebut berjumlah 90 juta orang.

Sungguh mengejutkan, bagaimana tidak untuk menonton kabaret Waria saja harus bayar 700 bath dan saya sempat bincang-bincang dengan beberapa penduduk lokal, salah satu pertanyaan apa ada niat berwisata ke Indonesia? Dijawab belum niat, sebab belum yakin masalah keamanan. Mungkin masih trauma dengan kasus bom Bali.

Saya bandingkan tempat-tempat wisata yang ada di negara kita, tidak kalah indahnya bahkan lebih bervariasi, masalahnya adalah wisata adalah produk dagang, jadi harus dikelola dengan baik dengan harapan pembeli terkesan dan ingin kembali lagi.

Deky Thantalo Jalan Mahono Blok E Gang V, Lagoa, Koja, Jakarta Utara

Surat pembaca diambil dari Kompas tanggal 23 Juni 2013.