22 Juni 2013

Dilarang Memotret Kantor Pos Gunung Putri



Pada Jumat, 14 Juni, sekitar pukul 08.00, saya pergi ke kantor pos di Gunung Putri, Bogor. Setelah membeli prangko serta membayar rekening listrik, telepon, dan Speedy, saya keluar memotret tampak muka gedung. Sebagai filatelis, saya memerlukan koleksi foto kantor pos.

Lebih kurang 20 meter melangkah dari kantor pos, saya dikejar pegawai pos. Sambil memegang jaket saya di bagian tengkuk, pegawai pos itu menggiring saya kembali masuk ke dalam gedung kantor pos.

Di sana saya diinterogasi pegawai pos yang menggiring saya dan satu pegawai lain di depan para pelanggan kantor pos. Seorang perempuan pegawai pos yang ada di sana diam belaka.

Kartu identitas saya diminta. Karena KTP sedang diurus, saya menyerahkan paspor. Saya ditanya: warga negara apa dan untuk apa memotret kantor pos. Nama, alamat, dan nomor telepon seluler saya dicatat dalam buku. Ringkasnya, saya diinterogasi seperti seorang teroris.

Asal tahu saja, selama ini saya sudah banyak memotret kantor pos dan tidak pernah ada masalah.

Vita Tyasrahayu RR
Lowokwaru, Malang, Jawa Timur

Surat pembaca diambil dari Kompas tanggal 22 Juni 2013.