22 Juni 2013

Mari Bersama Redam Titik Api



MARI BERSAMA REDAM TITIK API

Singapura masih terus diselimuti asap dalam 2 hari terakhir ini. Pejabat Negeri Singa menyebut tingkat polusi udara terburuk sejak 1977. Tidak cuma mengancam kesehatan, sumber devisa dari para turis ataupun aktivitas perekonomian juga terganggu.

Tuduhan tidak enak yang menganggap Indonesia tidak mempunyai kepedulian terhadap lingkungan, dan juga mendesak Indonesia agar negeri ini mengatasi kebakaran hutan yang terjadi.

Sebaliknya, para pejabat Indonesia balik menuding Singapura ikut bertanggung jawab, karena pemicunya banyak perusahaan perkebunan yang investasinya dimiliki para pengusaha di Singapura dan Malaysia.

Baik Singapura maupun Malaysia sebagai tetangga yang baik, memang akan lebih bijak apabila uluran tangan ditawarkan lebih dahulu, tanpa perlu tuding-tudingan layaknya seperti anak sekolah.

Bukankah selama ini kedua negara tersebut juga telah menikmati udara segar dari bentangan hutan di Sumatra dan Kalimantan. Masalah mendesak adalah bagaimana memadamkan api secepatnya agar tidak memicu munculnya sumber api lainnya, mengingat kebakaran hutan sudah kerap terjadi, perlunya pengadaan pesawat pengebom yang pada awalnya direncanakan pada 2005-1006 segera diwujudkan.

Tentunya disertai dengan sanksi tegas dan mutlak bagi para pembakar hutan secara ilegal.

Marentina S. Jalan Bumi Sawangan Indah II No. 8A Depok, Jawa Barat

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 22 Juni 2013.