21 Juni 2013

Bonus Sms Axis Merugikan



Saya pelanggan Axis cukup lama. Bisnis saya membutuhkan SMS cukup banyak untuk mendukung pekerjaan. Biasanya saya memakai Axis dan Mentari untuk untuk SMS ke pelanggan.

Tanggal 8 Mei ada pemberitahuan SMS dari Axis tentang bonus SMS murah. Saya mencoba menggunakan. Biasanya saya pakai tarip reguler/biasa.

Setelah SMS 100 atau 200-an nomor saya tidak bisa dipakai SMS lagi. Tanggal 8 Mei 2013 saya telepon ke 838 dan tanya kenapa tidak bisa SMS. Penjelasan dari operator disuruh ganti nomor pusat pesannya.

Tidak ada penjelasan dari operator untuk masalah pembatasan SMS. Tanggal 9 Mei 2013 saya telepon ke 838 dan ada pemberitahuan nomor terblokir dan tidak bisa SMS lagi selamanya.

Saya telepon ke 838 jawabnya memang demikian dan tak dapat diaktifkan kembali. Tanggal 15 Mei saya telepon Bp Luqman, Kepala Cabang Axis Semarang, dan dijanjikan akan membicarakan masalah itu ke pusat.

Tanggal 17 Mei saya telepon ke 083867451203, diterima Ibu Lucy bagian CS dan keputusannya nomor saya memang tidak bisa untuk SMS lagi selamanya. Saya mohon kepada pihak Axis agar memberikan solusi yang baik.

Saya ingin nomor saya normal seperti sedia kala, karena akan saya jual lagi. Perlu diketahui nomor tersebut saya beli cukup mahal karena saya pikir bisa menunjang penjualan pakaian.

Kalau memang ada pembatasan SMS harusnya ada pemberitahuan dulu. Kalau memang tidak siap untuk mengeluarkan paket SMS lebih baik ditinjau lagi.

Hebatnya, saya masih mendapat SMS pemberitahuan dari Axis isinya, selamat anda dapat gratis nelepon dan SMS sepuasnya ke semua Axis dan 200 SMS ke operator lain.

Apakah itu bukan jebakan? Kalau sistem dari Axis merugikan pelanggan bagaimana solusinya? Tiga kali saya kirim email ke Axis dan jawabnya sama persis, mungkin saja tidak dibaca atau tak dianggap.

Saya harap masalah ini tidak berlarut-larut karena sampai sekarang nomor saya rusak tidak bisa dipakai SMS lagi. Terima kasih.

Handarto Santoso
Puri Anjasmoro B1/45 A
Semarang, 083811111838

Surat pembaca diambil dari Suara Merdeka tanggal 21 Juni 2013.