21 Juni 2013

Mohon Penjelasan Manajemen Top Tv



SAYA adalah pelanggan Top TV sejak 7 Mei 2011, dengan nomor pelanggan 302000302596, dan nomor kartu tayang 02000028854123. Selama dim tahun sebagai pelanggan, saya tidak pernah merasa ada niasalah dan saya tidak pernah membuat masalah.

Meskipun jatuh tempo tanggal 24 setiap bulannya, saya selalu membayar satii minggu sebelum jatuh tempo, sesuai dengan munculnya SMS tagihan di layar televisi. Saya sering membaca di koran perihal keluhan para pelanggan Top TV dan Indovision. Saya berharap, tidak mengalaminya.

Hingga 18 Mei 2013, sekitar pukul 8.00 WIB, seseorang dan Top TV yang mengaku bernama Dini, menelefon saya dengan nomor +622149055077. Intinya, Dini mengucapkan selamat bahwa saya telah dua tahun berlangganan. Lalu Dini bertanyatanya sekitar pemakaian Top TV. Saya jawab, tidak ada masalah. Kemudian Dini berkata, sebagai apresiasi kepada saya sebagai pelanggan, paket Top TV saya akan diubah (bukan ditawarkan) menjadi paket Okevision. Ketentuannya, biaya pembayaran saya naik menjadi Rp 4.000 per hari plus PPn. Jadi sebulan Rp 130.000 dari biasanya Rp 9o.ooo/bulan.

Pada 20 Mei 2013, saya tetap membayar sesuai dengan info tagihan pada monitor televisi, masih Rp 90.000 untuk periode tayang 24 Mei 23 Juni 2013.

Namun, 22 Mei 2013, channel Top TV saya berubah banyak. Saya mulai kecewa. Beberapa channel yang sudah menjadi favorit saya hilang, termasuk dari radio, yang tersisa tinggal 4 saja. Padahal, saya masih punya hak menikmati paket Top TV hingga 24 Mei 2013.

Senin malam, 17 Juni 2013, di layar televisi muncul tagihan yang sangat fantastis yaitu Rp 342.630. Hampir empat kali lipat dari kebiasaan, atau kelebihan Rp 212.630 dari perkiraan seperti yang dijanjikan Dini.

Pada 18 Juni 2013, sekitar pukul 14.30 WIB, saya mendatangi kantor Indovision di Jalan Martadinata Bandung untuk klarifikasi. Kata petugas, biaya Rp 342.630 itu untuk membayar langganan hingga 24 Juli dan 2 hari paket Oke (22-23 Mei 2013) serta biaya instalasi. Padahal, instalasi sudah terpasang sejak dua tahun lalu dan sudah terbayar. Jika saya harus membayar dua hari paket Okevision, berarti mana hak saya? Karena saya sudah membayar paket Top TV hingga 24 Juni 2013, bukan hingga 22 Juni 2013?

Akhirnya, oleh petugas saya hanya diminta membayar dua hari paket Oke (2223 Mei 2013) Rp 47.000 dan langganan hingga 24 Juli 2013 Rp 130.000. Total bayar Rp 177.000. Anehnya, meski sudah dibayar (ada kuitansinya), pada monitor hingga surat ini ditulis masih tertera tagihan Rp 342.630. Bahkan, 19 Mei 2013, pukul 9.50 WIB, saya menerima SMS tagihan dari Okevision. Biasanya kalau sudah bayar, beberapa jam kemudian tagihan itu hilang dari monitor. Masalah apalagi nih di depan saya?

Mohon penjelasan agar konsumen memperoleh kepuasan dan tidak kecewa.

Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 21 Juni 2013.