20 Juni 2013

Turkish Airlines Merugikan



Pada 9 April 2013, sebagai fan Manchester United, saya dan tiga orang lainnya menerima kabar yang sangat menggembirakan. Kami menerima e-mail bahwa kami adalah pemenang kuis untuk menonton pertandingan MU di Old Trafford, yang diadakan oleh Turkish Airlines bekerja sama dengan salah satu portal berita daring.

Hadiah yang diberikan berupa tiket kelas ekonomi Jakarta-Manchester pergi-pulang dan tiket menonton pertandingan MU versus Chelsea pada 4 Mei 2013. Saya segera mengurus visa berbekal surat rekomendasi dari Turkish Airlines yang dikeluarkan pada 11 April 2013. Saya baru dapat melakukan entry pada 15 Mei, karena harus menunggu konfirmasi dari hostel tempat menginap.

Salah satu dari pemenang dapat memasukkan data secara daring pada 12 April 2013 dan mendapat jadwal memasukkan data ke kantor VFS pada 17 April 2013. Jadwal submisi dokumen ini diatur oleh sistem dalam situs Internet VFS. Dari sinilah kami mulai mengetahui bahwa Turkish Airlines tidak merencanakan kuis ini dengan baik, terutama dari segi waktu, karena tidak mungkin kami akan mendapatkan visa sebelum penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2013.

Pemrosesan visa Inggris memakan waktu minimal tiga minggu setelah submisi ke kantor VFS. Dengan segera, saya dan pemenang lainnya mengabari pihak Turkish Airlines mengenai hal ini, namun tidak pernah direspons. Pihak Turkish Airlines malah mengingatkan agar para pemenang segera mengambil tiket dan membayar pajak sebesar US$ 199.

Karena mendapat informasi bahwa tiket ini akan hangus (auto cancel) oleh sistem, tidak ada pilihan bagi kami kecuali mengambil dan membayar pajak tersebut, terakhir pada 25 April 2013. Saya mencoba menelepon untuk bicara dengan pihak Turkish Airlines, yang diwakili oleh Nurhalim Lindarto, namun tidak dijawab.

Barulah pada 30 April 2013, Nurhalim menyampaikan via e-mail bahwa pihak Turkish Airlines telah mengingatkan agar para pemenang segera mengurus visa dan bahwa proses pengurusan visa di luar kewenangan Turkish Airlines.

Tidak ada solusi yang diberikan oleh Turkish Airlines. Satu-satunya respons dari Turkish Airlines adalah pengembalian airport tax sebesar US$ 199. Saya mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap kuis yang diadakan Turkish Airlines karena terbukti telah merugikan.

Saya juga akan mengadukan Turkish Airlines ke Kementerian Sosial RI sebagai otoritas yang mengatur dan mengawasi pelaksanaan kuis di Indonesia.

Dadi Krismatono
Kompleks PELNI Blok I-4 No. 14
Sukmajaya Depok, Jawa Barat

Surat pembaca diambil dari Koran Tempo tanggal 20 Juni 2013.