19 Juni 2013

Vandalisme Unjuk Rasa Tak Perlu



Vandalisme mahasiswa, buruh dan elemen masyarakat dalam aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan gedung MPR/DPR, serta di sejumlah daerah lainnya dapat memberikan dampak psikologis yang tidak baik kepada generasi muda.

Banyak merugikan seperti banyak anak yang trauma melihat bentrok, dan merasa tidak aman tinggal di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga dirugikan dengan banyak biaya yang harus dikeluarkan dengan jalan tol ditutup oleh demonstran, kegiatan ekonomi lainnya menjadi terhenti.

Sebenarnya cukup sederhana untuk menghindari agar demo tidak berkembang rusuh. Satu hal yang harus dihindari agar tidak terjadi kerusuhan, emosi para pendemo dan petugas yang mengawal demo jangan sampai meningkat dan tidak terkendali.

Emosi yang tidak terkendali bisa dipicu oleh dehidrasi. Dehidrasi atau kekurangan cairan merupakan juga hal yang paling berisiko terjadi pada para pendemo. Dehidrasi merupakan faktor penting yang bisa menyebabkan emosi para pendemo tersebut tidak terkendali.

Namun yang paling miris adalah apa yang terjadi di DPR semalam sudah bisa ditebak. Kebanyakan para elite partai politik hanya bermain sandiwara politik. Itulah perlunya peran pemerintah untuk tetap menjaga agar masyarakat tidak kehilangan harapan.

Unjuk rasa yang menjurus tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harapkan para demonstran menyampaikan aspirasi dengan baik.

Sehingga semua berjalan dan situasinya tetap terkendali. Dan yang terpenting masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Pemerintah diharapkan mampu mencari solusi yang terbaik atas kondisi ini.

Teguh Pujonugroho
Jl Serayu, No 19
Madiun, Jawa Timur

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 19 Juni 2013.