18 Juni 2013

Perlakuan Tak Simpatik Petugas Hotel Grand Aquila



KAMIS (13/6)/ 2O13 sore, sekira pukul 16.30 WIB, saya meluncur dengan sepeda motor di kawasan Jln. Dr Djundjunan Bandung. Karena tibatiba turun hujan, secepatnya saya menepi mencari tempat yang teduh, untuk memasang jas hujan. Karena tak ada tempat yang teduh, saya mengarahkan sepeda motor ke gerbang Hotel Grand Aquila, karena kebetulan di situ ada tempat yang teduh.

Akan tetapi, baru saja saya menghentikan sepeda motor, seorang petugas keamanan menghampiri saya, menanyakan keperluan saya berhenti di situ. Saya jelaskan bahwa saya ikut berteduh sebentar untuk memakai jas hujan. Namun, tanpa dinyana, petugas itu mempersilakan saya keluar dari kawasan itu tanpa mau tahu bahwa hujan sangat deras. Setelah saya jelaskan bahwa saya berhenti di situ bukan untuk berteduh, tetapi untuk sekadar memasang jas hujan, petugas itu dengan ketus tetap menyuruh saya keluar.

Akhirnya, meski hujan sangat lebat, saya pun keluar sebagai orang yang diusir. Pengusiran ini membuat saya jadi bertanyatanya, apakah aturan yang diterapkan oleh manajemen Hotel Aquila memang memerintahkan petugas keamanannya untuk tidak memakai perasaan dan pikiran dalam menjalankan tugasnya sehingga orang yang berteduh untuk memasang jas hujan saja harus diusir? Kepada redaksi, atas pemuatan Surat Pembaca ini, saya haturkan terima kasih.


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 18 Juni 2013.