18 Juni 2013

Dukungan Untuk Polwan Berjilbab (ii)



Ramai diberitakan oleh media massa kontroversi tentang Polwan berjilbab (berkerudung) yang dilarang di kepolisian karena tidak tertuang dalam aturan yang ada di kepolisian. Saya miris membaca berita tersebut karena statement yang melarang polwan berjilbab tersebut keluar dari Wakapolri Komjen Nanan Soekarna.

Jika Indonesia menjunjung tinggi hak asasi manusia, seharusnya polwan yang ingin berjilbab (berkerudung) tidak dilarang. Terlebih, bukan karena HAM saya ikut mendukung dan menyuarakan polwan untuk berjilbab (berkerudung), tapi karena kewajiban menjalankan syariat Allah SWT.

Di Inggris saja, negara yang notabene sekuler, mengizinkan polwan muslimah mengenakan jilbab (kerudung) karena menghargai hak asasi manusia. Bagaimana mungkin Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar malah melarangnya. Ironis sekali.

Erie Murniasih HSG Taruna Panatagama Yogyakarta

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 18 Juni 2013.