17 Juni 2013

Menanti Pengunduran Diri Pks Dari Setgab



Sanksi untuk PKS tampaknya sudah diberikan. Tidak dikeluarkan dari koalisi tetapi tidak diikutsertakan dalam rapat Sekretariat Gabungan Partai Koalisi.

Mungkin ini adalah langkah maju partai koalisi untuk memastikan bahwa kepentingan rakyat harus didahulukan dari kepentingan partai. PKS telah berubah.

Sejak para petinggi partai PKS terlibat dalam kasus korupsi impor daging sapi, PKS seakan-akan berupaya untuk melakukan kegiatan yang memungkinkan PKS tetap di hati rakyat.

Tetapi nyatanya, PKS memang tidak seputih dresscode partai mereka. Noda muncul semakin banyak setelah satu per satu saksi menyebutkan bahwa keterlibatan para oknum PKS pada kasus korupsi tersebut memang bertujuan untuk memodali PKS pada Pemilu 2014.

Spanduk-spanduk penolakan kenaikan BBM di berbagai pelosok daerah mungkin tidak hanya untuk memperbaiki martabat PKS tetapi sebagai bentuk pencitraan calon-calon legislatif yang telah didaftarkan ke KPU.

Tidak salah jika kerja keras ini adalah kinerja mesin partai. PKS masih mempunyai kader-kader yang benar-benar berpolitik sesuai dengan visi dan misi PKS dan tanpa korupsi.

Melihat bagaimana PKS saat ini, sebaiknya PKS mengundurkan diri dan menetapkan kemana arah partai. Hal ini guna memberi kesempatan bagi para kader PKS yang mumpuni bekerja keras menghidupkan mesin partai demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan status mengundurkan diri, Setgab tidak perlu memberi sanksi yang sama dengan tidak melibatkan PKS dalam kegiatan Partai Koalisi.

Rania Ananda
Cililitan, Jakarta Timur
raniananda14@gmail.com

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 17 Juni 2013.