17 Juni 2013

Penculikan Cederai Perdamaian Di Aceh



Bersyukurlah warga negara Inggris, Malcolm Primrose, yang akhirnya dapat menghirup udara kebebasan setelah dirinya sempat mengalami penyekapan oleh kelompok bersenjata di Aceh selama beberapa hari sebelumnya.

Insiden penyekapan memang mengundang perhatian serius baik dari pemerintah Indonesia dan Inggris. Aceh yang notabenenya selama pasca penandatanganan MoU Indonesia-GAM menunjukkan situasi aman, damai dan kondusif.

Namun, sekarang tercoreng dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab bertujuan sengaja untuk mengganggu kedamaian di Aceh.

Apresiasi terhadap tindakan penyelamatan yang dilakukan aparat keamanan untuk melindungi dan menjamin keamanan warga negara asing di Aceh tersebut.

Setidaknya adanya kasus penculikan dapat meningkatkan antisipasi terhadap kerawanan akan gangguan yang datang dari sempalan yang mengarah pada eks tentara GAM yang tidak mematuhi kesepakatan damai tersebut.

Jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang nantinya berdampak pada klaim situasi di Aceh yang tidak aman oleh negara lain yang dimana warga negaranya berada dalam wilayah yurisdiksi Indonesia. Tentunya semua masyarakat Indonesia ingin melihat damai berkelanjutan di Bumi Rencong tersebut.

Marentina S
Jalan Bumi Sawangan Indah II no. 8A Depok, Jawa Barat

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 17 Juni 2013.