17 Juni 2013

Perhatikan Damri Ledeng Leuwipanjang!



DI zaman yang semakin tua ini, problematika yang dialami Bandung semakin beragam. Masalah yang lama belum selesai, muncul masalah baru. Jika hal ini terus terjadi, bukan tidak mungkin bila suatu saat nanti Kota Bandung akan mengalami suatu kemerosotan.

Salah satu permasalahan yang lama dan belum terselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah mengenai transportasi umum di Bandung. Hal yang saya soroti selama menjadi masyarakat Bandung Utara, tepatnya di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia adalah bahwa kondisi bus DAMRI untuk rute LedengLeuwipanjang sangatlah mengenaskan. DAMRI Ledeng-Leuwipanjang ini seperti halnya orang yang teramat tua dan masih dipaksakan untuk bekerja. Banyak lubang di sana sini. Kerangka bus yang karatan. Asap hitam pekat yang keluar bersamaan dengan suara bising mesinnya. Secara langsung, bus DAMRI ini telah menyebabkan polusi udara sekaligus polusi suara yang sangat merepotkan kesehatan manusia.

Lalu lintas Bandung yang cukup terbiasa akan kemacetan dan kesemrawutan sudah membuat masalah serius. Apalagi jika ditambah dengan masalah angkutan umum ini. Bukankah salah satu cara untuk mengatasi kemacetan adalah menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menggencarkan penggunaan angkutan umum. Namun, faktanya adalah bahwa kemacetan tetap terjadi di manamana. Lalu kita sebagai masyarakat hains menyalahkan siapa, pcngendara motor atau mobilkah, sopir angkotkah, atau pemerintah?

Jika dibandingkan dengan DAMRI di kawasan Cicaheum misalnya, DAMRI LedengLeuwipanjang ini seperti anak tiri yang kehilangan kasih orangtuanya. Eiitah mengapa kesenjangan ini terjadi pada daerah Bandung Utara dan mengapa pula busbus DAMRI yang mengenaskan ini tidak segera diganti, mengingat pengguna angkutan umum Kota Bandung cukup lumayan.

Untuk mengurangi kecemburuan sosial yang mungkin sebagian orang rasakan, alangkah lebih baik kalau Pemerintah Kota Bandung lebih memberikan perhatian khusus akan kebutuhan transportasi yang layak bagi masyarakat Bandung. Sistem penggantian armada DAMRI LedengLeuwipanjang bisa dilakukan dengan penukaran bus lama dengan bus baru. Meskipun kita ketahui pula bahwa sesuatu hal tidak ada yang instan dan semudah membalikkan tangan.

Satu hal yang jelas di sini adalah perbaiki dulu hal yang paling dekat dan dibutuhkan oleh masyarakat, baru nanti masalah yang besar akan mengikutinya. Jika pemerintah ingin mengatasi kemacetan, lihat dulu masalah kendaraan yang berlalu lalang di jalanan.


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 17 Juni 2013.