17 Juni 2013

Uang Rusak, Harus Tukar Di Bi



Pada 28 Mei 2013, saya menyetorkan uang ke BRI KCP Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Salah satu lembaran uang Rp 50.000 yang saya setorkan dalam kondisi sobek sedikit di ujung, tetapi tidak mengganggu identifikasi keaslian. Sengaja uang ini saya setorkan agar dikembalikan kepada Bank Indonesia sehingga tidak beredar lagi di masyarakat.

Ternyata saya dikejutkan dengan jawaban petugas teller kami tidak bisa menerima uang rusak, dilanjutkan pernyataan bahwa harus menukar langsung ke BI. Argumen apa pun yang saya lontarkan, yang bersangkutan tetap tidak mau menerima uang rusak itu dengan alasan uang rusak sudah menumpuk di kantornya. Akhirnya saya harus mengalah.

Keberadaan kantor BI tidak seperti kantor BRI yang ada sampai ke pelosok negeri ini dan, apabila peraturan seperti itu, alangkah repotnya menjadi warga negara untuk menukarkan yang rusak dengan nominal kecil, tetapi harus ke BI. Bagaimana dengan yang tinggal di daerah yang jauh dari kantor BI atau tidak terjangkau oleh kas keliling BI. Alih-alih menukarkan uang, ongkos transpor melebihi nilai uang yang ditukar.

Arum Kusumaningtyas Jalan Raya Jatinangor, Cikeruh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Surat pembaca diambil dari Kompas tanggal 17 Juni 2013.