14 Juni 2013

Hentikan Ekspor Gas Renegosiasi



HENTIKAN EKSPOR GAS RENEGOSIASI

Harga ekspor gas alam cair atau LNG Indonesia ke Fujian, Cina akan berakhir pada tahun ini.
Sementara itu, harga gas yang dijual ke Cina ternyata tidak sesuai dengan harga gas internasional. Harga gas ke Fujian China hanya US$3.45 per MMBTU, sementara harga ekspor Indonesia ke luar negeri di atas USS10 per MMBTU. Oleh sebab itu. harga yang kini dijual ke Fujian dirasakan tidak masuk akal. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan akan memberhentikan eksporekspor gas tersebut, alasannya untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Kebijakan menghentikan ekspor gas, saya kira sangat diperlukan sekali. Sebab dengan lebih mengedepankan kebutuhan dalam negeri, khususnya gas, dapat memberikan arti positif bagi kebutuhan rakyat. Dengan kata lain, Indonesia memang perlu sebuah gebrakan kuat untuk kepentingan bangsa dan negara. Dalam hal ekspor migas, kita perlu sekali melakukan langkahlangkah penting untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

Saya yakin dengan kebijakan prorakyat, Indonesia dapat menjaga sumber-sumber yang ada, khususnya gas alam. Bahkan dapat saya katakan jika pemerintah terus-menerus melakukan langkah untuk kepentingan bangsa dan negara kita bisa memaksimalkan kebuntuan akan kebutuhan migas dalam negeri.

Harapan ke depannya, kebutuhan migas dalam negeri kita dapat dipenuhi dengan baik. Buat apa menjual ke luar negeri, jika kebutuhan dalam negeri telantar. Sepatutnya kita perlu mendahulukan kepentingan dalam negeri ini, bukan semata-mata mementingkan bisnis belaka.

Anggelita Putri
Jln. Raya Pondok Gede
Komplek Villa Nouo No. 8
Jakarta Timur


Surat pembaca diambil dari Sindo Weekly tanggal 14 Juni 2013.