14 Juni 2013

Merpati Dan Rakyat Ntt



SUNGGUH beruntung bagi rakyat NTT dengan keberadaan Merpati Nusantara Airlines, yang selama bertahun-tahun setia melayani wilayah kepulauan ini. Dengan sejumlah bandar udara perintis yang tersebar di sejumlah kabupaten, Merpati sangat membantu mobiltas masyarakat yang bepergian dari dan ke kota-kota kecil di NTT. Saya merasakan sendiri peran Merpati ini. Sebagai perantauan asal NTT, saya sering menggunakan pesawat Merpati kalau hendak mudik atau pulkam alias pulang kampung.

Makanya ketika terjadi insiden pesawat Merpati MA-60 bernomor penerbangan MZ 6517 yang mengalami kecelakaan karena hard landing di Bandara El Tari, Kupang, Senin pekan lalu, saya pun sempat khawatir. Apakah ini tanda-tanda akan berakhirnya era Merpati yang selama ini setia melayani wilayah NTT? Kekhawatiran ini menjadi lebih beralasan lagi karena kabarnya perusahaan milik negara ini memang terancam bangkrut.

Sebagai anak perantauan yang benar-benar merasakan manfaat jasa transportasi udara yang dilayani Merpati, saya berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengambil langkah-langkah penting untuk menyelamatkan perusahaan ini. Sesungguhnya betapa besar dan mulianya misi yang diemban oleh Merpati, yaitu menjadi jembatan udara yang menghubungkan antardaerah dan antarpulau.

Benar, bahwa sebagai entitas bisnis, Merpati harus untung demi bergulirnya roda perusahaan. Tapi jangan sampai hanya karena pertimbangan keuntungan semata, perusahaan ini kemudian benar-benar ditutup. Kita berharap Kementerian BUMN harus segera mengambil langkah penyelamatan. Mungkin bukan sekadar soal untung atau rugi, tapi sesungguhnya hanya karena masalah salah pengelolaan. Kalau di situ masalahnya, manajemennya yang diperbaiki.

Lukas L Utan Kayu Selatan Jakarta Timur

Surat pembaca diambil dari Investor Daily tanggal 14 Juni 2013.