13 Juni 2013

Bus Metro Mini Ngebut Bahayakan Penumpang



SAYA sering menggunakan Metro Mini baik dari Blok M ke Pasar Minggu atau sebaliknya. Dua Metro Mini berlawanan arah itu amat penuh dijejali penumpang. Mereka akan ngebut habis-habisan agar saat tiba di Pasar Minggu atau Blok M dapat kembali lagi dengan muatan berjejal.

Maka ngebutlah mereka keluar Terminal Blok M, saling sodok, sering melewati kendaraan di depan dengan zig-zag, bahkan sering lampu merah diterobos, terutama di samping Kantor Pusat PLN. Pernah Metro Mini itu menghantam motor yang berhenti di tikungan seberang STM Penerbangan. Juga pernah menyambar empat joki 3 in 1 yang berdiri di depan kantor/Rumah Kedutaan Rusia.

Penumpang sering berteriak ngeri, tetapi sopir tak mau tahu. Pengalaman saya, Metro Mini yang saya tumpangi memasuki Mampang Prapatan. Karena macet, dia masuk jalur busway, hingga menyenggol sebuah Avanza. Avanza tertahan dijalur lambat dan Metro Mini tak terkejar di jalan busway. Sampai di lampu merah perempatan KFC, tancap gas keluar jalur busway, setelah menyerempet batas jalur busway dan sebuah mobil box, Metro Mini dikejar. Namun mobil box tertahan mobil lain dan lampu merah. Metro Mini menerobos lampu merah dan tak terkejar sampai Pasar Minggu.

Benar-benar seperti nonton film, penuh teriakan dan kebutkebutan. Puncaknya, penumpang diturunkan sebelum Polsek Pasar Minggu, jauh dari rute akhirnya dan langsung memutar kembali. Penumpang yang dipaksa turun hanya bisa mengumpat.

Koentjoro Koesnoeljakin
SP-1811-FPRM Bogor

Surat pembaca diambil dari Rakyat Merdeka tanggal 13 Juni 2013.