13 Juni 2013

Fasilitas Pojok Asi



Saya adalah warga yang berdomisili di daerah Jakarta yang sering sekali mengunjungi beberapa tempat fasilitas umum untuk sekadar berjalan-jalan dan menghabiskan waktu. Sekadar berbagi pengalaman, suatu hari saya dan teman yang sudah memiliki anak berjalan-jalan di satu pusat belanja.

Saat anaknya menangis dan meminta diberi ASI, kami bingung karena tidak menemukan suatu ruangan yang disediakan bagi ibu yang menyusui atau yang saat ini trennya disebut ruang laktasi atau pojok ASI, yaitu ruangan yang sekiranya dapat digunakan untuk memberikan ASI kepada anak.

Teman saya sempat berpikir untuk memberikan ASI kepada anaknya di toilet, namun hal itu jelas tidak higienis. Tetapi tidak mungkin juga dilakukan di tempat terbuka, karena secara etika hal tersebut tidak wajar. Sementara itu, seperti yang saya ketahui, pemerintah telah menetapkan peraturan tentang penyediaan ruang laktasi di tempattempat umum.

Namun pada kenyataannya masih banyak tempat umum yang belum memiliki fasilitas tersebut. Apakah peraturan dibuat hanya sebatas peraturan saja tanpa realisasi? Harapan saya, sebagai calon seorang ibu yang nantinya akan memberikan ASI juga kepada anak saya, sekaligus mewakili para ibu yang sudah memiliki anak dan menghadapi kendala saat hendak memberikan ASI bagi anaknya saat berada di tempat umum, sekiranya surat saya ini boleh dibaca oleh para pemimpin daerah serta seluruh jajaran yang terkait, seperti pengelola pusat belanja, agar hatinya terketuk dan peduli kepada kepentingan kaum wanita.

Hal ini mengingat bahwa ASI adalah makanan yang terpenting yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak penerus masa depan negeri ini. Besar harapan saya, suara hati wanita ini bisa menyentuh hati dan menggerakkan para pemimpin di negeri ini. Terima kasih.

Junita I.S. Jakarta

Surat pembaca diambil dari Koran Tempo tanggal 13 Juni 2013.