13 Juni 2013

Mewaspadai Makanan Dan Minuman Di Sekolah



Kita kerap kali menjumpai di sekolah-sekolah dasar banyak bertebaran makanan dan minuman yang dijajakan oleh pedagang kaki lima atau pedagang keliling. Makanan dan minuman seperti banyak dilansir media massa, terkait penggunaan bahan pengawet.

Tanpa disadari, murid-murid sekolah dasar (SD) kita mengonsumsi makanan dan minuman berbahaya (beracun), tidak sehat, sehingga menurut riset dapat memengaruhi kecerdasan otak anak didik karena tidak memperoleh gizi sebagaimana mestinya.

Sudah saatnya pihak pemangku kepentingan pendidikan menaruh perhatian akan pentingnya makanan dan minuman sehat dan bergizi. Sekarang ini fasilitas untuk memberikan makanan dan minuman sehat gratis untuk murid-murid SD masih memungkinkan dilakukan. Pemerintah bisa saja be kerja sama dengan sejumlah produsen makanan dan minuman sehat yang beroperasi di Indonesia.

Diperlukan kerja sama dengan pihak per usahaan. Karena pihak perusahaan yang diajak kerja sama diminta menyalurkan dana corporate sosial responsibility (CSR)-nya kepada sekolah-sekolah dasar.

Apabila ide ini dijalankan maka akan terjadi simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan banyak pihak, seperti, pihak sekolah, anak sekolah, pedagang keliling, perusahaan, dan orang tua murid.

Aries Musnandar Peneliti Pendidikan PPs UIN Maliki Malang

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 13 Juni 2013.