12 Juni 2013

Pentingnya Fidusia Untuk Konsumen



PERTANYAAN:

Kami ingin melakukan transaksi pembelian atau mengambil kredit pengadaan kendaraan roda dua dan roda empat. Tujuan pembelian tersebut untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan kami yang terus meningkat.

Selain membayar asuransi, kami dengar sekarang ada jaminan fidusia. Apa definisi jaminan fidusia, karena saya jarang sekali mendengar istilah tersebut. Mohon penjelasan Anda. Terima kasih.

Muhammad Adam,
Jakarta Timur

JAWABAN:

TERIMA kasih atas pertanyaan yang Anda berikan. Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat karena penambahan kendaraan operasional tentu merupakan indikasi bahwa perusahaan Anda saat ini sedang berada dalam kondisi prima menuju puncak.

Sesuai Undang-Undang Nomor 42/1999/Bab 1 Pasal 1, pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan. Ketentuannya, benda yang hak kepemilikan dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Di sisi lain, jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak, khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditor lain.

Selain itu bagi perusahaan pembiayaan alias multifinance, fidusia memberikan jaminan atas pelunasan utang pembiayaan konsumen, jika konsumen tidak mampu melunasi hutang tersebut (wanprestasi). Dan atau ada indikasi objek jaminan akan dialihkan ke pihak ketiga.

maka perusahaan pembiayaan berhak meminta dan konsumen wajib menyerahkan objek pembiayaan (eksekusi) yang dijadikan jaminan dengan menggunakan fidusia. Nah, jika ternyata dari hasil penjualan tersebut melebihi jumlah utang, maka sisa hasil penjualan harus dikembalikan kepada pihak konsumen.

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 30 Januari 2013 silam, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan penjelasan terkait dimungkinkan adanya transaksi pembiayaan kendaraan bermotor tanpa melakukan pembebanan jaminan fidusia.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Menurut beleid tersebut jaminan fidusia adalah perjanjian yang bersifat ikutan (accessoir) dalam perjanjian pembiayaan kendaraan bermotor. Semoga penjelasan singkat saya ini dapat bermanfaat bagi Anda dan para pembaca setia yang lain.

Surat pembaca diambil dari Kontan tanggal 12 Juni 2013.