12 Juni 2013

Nasabah Bank Danamon Syariah Merasa Ditipu



Pada Januari, Marketing Bank Syariah Danamon Cabang Cipulir Lina dengan sangat antusias menawarkan investasi emas LM bekerja sama dengan PT Primaz dengan iming-iming bagi hasil yang memuaskan (bunga/bagi hasil sebulan sekitar 2,3 persen). Karena tidak merasa cocok, saya mencari marketing tellerdi Cabang Bintaro, bernama Dian. Dijelaskanya, PT Primaz beda dengan kasus lainnya, sebab sudah berdiri puluhan tahun, tepercaya, dijamin bank.

Pada 1 Februari 2013, sesuai jadwal, saya bertemu Dian di Cabang Bintaro dan menandatangani berkas investasi. la mendebet uang saya sebesar Rp 57.600.000. Karena dilakukan pada Jumat, investasi saya harusnya mulai aktif pada Senin, 4 Februari, dan berakhir pada 5 Juni 2013 (empat bulan). Tapi, kenyataan baru aktif pada 7 Februari 2013. itu pun saya berkali-kali meminta bukti investasi (invoice).

Pada 7 Maret 2013 dan 4 April 2013, saya mendapatkan bagi hasil sekitar Rp 1.300.000. Terhitung sejak 8 Mei 2013, saya tidak mendapat hak saya, sehingga saya menetepon pihak marketing PT Primaz (pihak ketiga dari Bank Danamon Syariah) Bapak Asep.

Saya ingin menarik dana pokok saya sebesar Rp 57.600.000 walaupun tidak dapat bagi hasilnya. Sebab, pada 5 Juni 2013 merupakan akhir dari perjanjian investasi saya (bermaksud tidak di perpanjang). Sampai sudah dua bulan kasus ini, saya belum dapat kepastian. Malah, dikabarkan salah satu pemitik PT Primaz kabur Untuk itu, saya meminta Bank Danamon Syariah bertanggung jawab atas hal ini.

Hj Ridhawaty Thabri SE
Pesanagrahan Mas Btok V No 5, RT 05/08 Petukangan, Jakset

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 12 Juni 2013.