12 Juni 2013

Menunggu Tanggungjawab Pln Rayon Ujungberung



KAMIS, 23 Mei 2013, sekitar pukul 17.30 WIB, saya melewati daerah Pamubusan, Desa Cibiru Wetan. Jalannya sempit, menurun, dan curam, membuat kendaraan yang lewat harus lebih pelan dan berhatihati.

Akan tetapi, pada saat saya sudah berada di pertengahan turunan dan memberi lampu pada kendaraan di depan saya supaya menunggu, karena jalan bawah lebih lebar dari pada di atas, kendaraan tersebut tetap naik. Alasannya, buruburu karena sedan, ada gangguan.

Kendaraan tersebut adalah kendaraan dinas gangguan PLN Rayon Ujungberung dengan plal nomor II 1567 ZFD. Setelah berpapasan, saya sudah nuinperingati petugas tersebut bahwa jalan tidak cukup untuk dilewati dua mobil sekaligus. Saya pun berhenti tetapi petugas tersebut tetap yakin bisa melewatinya. Akibatnya, mobil tersebut menyenggol mobil saya pada bagian depan dan belakang.

Yang membuat saya kesal dan marah, petugas itu pergi begitu saja. Akhirnya malam itu juga saya adukan ke pelayanan PLN Rayon Ujungberung.

Esok harinya, saya dipertemukan dengan petugas tersebut yang diketahui identitasnya bernama DN. Namun, yang bersangkutan tidak mengakui kesalahannya dan tidak minta maaf. Padahal, dengan sangat jelas dan banyak saksi yang melihat, termasuk tujuh penumpang yang ada di dalam mobil saya.

Hingga surat ini dibuat, belum ada pertanggungjawaban atas kejadian tersebut dari PLN Rayon Ujungberung ataupun yang bersangkutan. Akibatnya, saya harus menanggung sendiri biaya perbaikan mobil saya.

Diharapkan untuk perusahaan PLN, terutama Rayon Ujungberung lebih selektif lagi dalam merekrut karyawannya. Demikian terima kasih atas perhatiannya.


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 12 Juni 2013.